PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 18 Mei 2026 | Teluk Oman yang terletak di dekat Selat Hormuz menjadi sorotan karena ancaman Iran untuk mengubahnya menjadi ‘kuburan kapal’ bagi Amerika Serikat jika blokade laut yang diterapkan tidak dihentikan.
Iran mengancam akan melawan Amerika Serikat atas blokade angkatan lautnya, dengan memperingatkan bahwa Laut Oman dapat berubah menjadi ‘kuburan’ bagi kapal-kapal AS jika ketegangan terus meningkat.
Anggota Dewan Kemaslahatan Iran, Mayjen Mohsen Rezaei, mengatakan bahwa pertahanan Iran tidak boleh diartikan sebagai sikap menerima terhadap tekanan atau ancaman. ‘Jika kami telah bersabar hingga sekarang, maka itu bukan berarti kami menerimanya,’ ujarnya.
Rezaei juga mempertanyakan alasan di balik masih adanya militer AS di kawasan Teluk. Menurut Rezaei, Washington tidak lagi memiliki pembenaran seperti yang dulu digunakan untuk mempertahankan perannya di kawasan tersebut.
Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari hingga memicu serangan balasan oleh Teheran dan gangguan di Selat Hormuz. Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi perundingan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan jangka panjang.
Sejak 13 April, AS memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di jalur perairan strategis tersebut. Rezaei menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka untuk perdagangan, tetapi akan ditutup bagi penumpukan militer dan segala upaya yang mengganggu keamanan.
Di sisi lain, Teluk Persia yang terhubung melalui Selat Hormuz dulunya merupakan wilayah daratan bernama Gulf Oasis di kawasan Mesopotamia. Peradaban Sumeria yang terletak di wilayah ini dikenal sebagai tempat lahirnya banyak peradaban, termasuk tulisan.
Bangsa Sumeria menyebut diri mereka sebagai ‘bangsa berkepala hitam’ dan dalam Kitab Kejadian, Sumeria dikenal sebagai ‘Shinar’. Wilayah Sumeria diperkirakan telah dihuni sejak zaman Holosen Tengah sekitar 7 hingga 3.7 ribu tahun yang lalu dan punah setelah Sumeria diserbu oleh bangsa Elam dan Amori.
Dalam konteks ini, ancaman Iran untuk mengubah Teluk Oman menjadi ‘kuburan kapal’ AS jika blokade laut tidak dihentikan menimbulkan kekhawatiran tentang stabilitas keamanan di Timur Tengah. Ketegangan antara Iran dan AS telah meningkat sejak serangan terhadap Iran pada 28 Februari, dan situasi ini dapat memicu konflik yang lebih luas di kawasan.
Untuk itu, diperlukan upaya diplomatis untuk menyelesaikan konflik ini dan menghindari eskalasi kekerasan. Pemerintah AS dan Iran harus berusaha untuk mencapai kesepakatan yang adil dan menghormati kedaulatan masing-masing negara.
Dalam kesimpulan, ancaman Iran untuk mengubah Teluk Oman menjadi ‘kuburan kapal’ AS jika blokade laut tidak dihentikan menimbulkan kekhawatiran tentang stabilitas keamanan di Timur Tengah. Diperlukan upaya diplomatis untuk menyelesaikan konflik ini dan menghindari eskalasi kekerasan.
