PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 18 Mei 2026 | Harga daging sapi telah meningkat secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk peningkatan biaya produksi, permintaan yang tinggi, dan gangguan rantai pasokan.
Di Amerika Serikat, harga daging sapi telah meningkat sebesar 10% dalam beberapa bulan terakhir. Ini telah menyebabkan kekhawatiran di kalangan peternak dan konsumen. Pemerintah Amerika Serikat telah berusaha untuk mengatasi masalah ini dengan meningkatkan impor daging sapi dari negara-negara lain.
Di China, permintaan daging sapi telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Ini telah menyebabkan peningkatan impor daging sapi dari negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat. China telah sepakat untuk meningkatkan impor daging sapi dari Amerika Serikat sebesar $17 miliar per tahun.
Di Argentina, produsen daging sapi telah berusaha untuk meningkatkan ekspor daging sapi ke China. Mereka telah mengadakan pertemuan dengan pejabat China untuk membahas kemungkinan peningkatan ekspor daging sapi.
Di Denmark, terdapat rumor yang menyatakan bahwa pemerintah kota Copenhagen telah membatasi konsumsi daging sapi bagi warga lanjut usia. Namun, hal ini tidak benar. Pemerintah kota Copenhagen hanya memberikan saran untuk mengurangi konsumsi daging sapi untuk menjaga kesehatan dan lingkungan.
Di Texas, Jaksa Agung Ken Paxton telah memulai penyelidikan terhadap perusahaan daging sapi besar karena harga daging sapi yang tinggi. Ia percaya bahwa perusahaan-perusahaan ini telah melakukan praktik monopoli yang tidak adil.
PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) telah mengumumkan rencana untuk membeli kembali saham senilai Rp 100 miliar. Perusahaan ini berencana untuk membeli kembali saham mulai 19 Mei 2026 hingga 18 Mei 2027.
Kesimpulan, harga daging sapi telah meningkat secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk peningkatan biaya produksi, permintaan yang tinggi, dan gangguan rantai pasokan. Pemerintah dan perusahaan telah berusaha untuk mengatasi masalah ini dengan meningkatkan impor dan ekspor daging sapi, serta membeli kembali saham.
