PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 19 Mei 2026 | Barcelona baru-baru ini mengalami kegagalan dalam proses rekrutan Alessandro Bastoni, bek tengah Inter Milan. Kegagalan ini disebabkan oleh kekhawatiran Hansi Flick, pelatih Barcelona, terkait kemampuan Bastoni dalam sistem taktis yang agresif dan berintensitas tinggi.
Flick menginginkan bek tengah yang memiliki kecepatan pemulihan yang elit dan kemampuan untuk berlari mundur secara efektif selama transisi. Namun, Bastoni tidak memiliki kecepatan murni yang diinginkan Flick, sehingga membuat pelatih tersebut ragu untuk merekrutnya.
Keputusan Flick ini juga dipengaruhi oleh kemunculan Pau Cubarsí, bek tengah muda Barcelona, yang memiliki gaya bermain yang berbeda dengan Bastoni. Cubarsí memiliki kemampuan mengolah bola yang baik, tetapi kurang memiliki kecepatan, sehingga Flick ingin mencari bek tengah yang dapat menyeimbangkan gaya bermain Cubarsí.
Kegagalan rekrutan Bastoni ini juga mempengaruhi direktur olahraga Barcelona, Deco, yang telah menghabiskan banyak waktu untuk mempersiapkan transfer tersebut. Meskipun Deco masih menilai transfer tersebut penting dari segi prestise dan aspek teknis, keputusan Flick saat ini menjadi patokan utama di ruang pelatih.
Barcelona kini beralih ke pencarian bek tengah yang memiliki profil lebih sesuai untuk menyeimbangkan gaya permainan Cubarsí. Keputusan ini menunjukkan bahwa Flick memiliki visi yang jelas untuk timnya dan ingin memastikan bahwa setiap pemain yang direkrut dapat menyesuaikan diri dengan sistem taktis yang diinginkannya.
Sementara itu, Alessandro Bastoni sendiri masih memiliki karir yang cemerlang di Inter Milan. Ia telah menjadi salah satu bek tengah terbaik di Italia dan memiliki kemampuan mengolah bola yang sangat baik. Namun, kegagalan rekrutan oleh Barcelona ini dapat membuatnya bertanya-tanya tentang masa depannya di klub.
Di lain pihak, Dompet Dhuafa menghadirkan inovasi baru dalam Program Tebar Hewan Kurban (THK) 1447 Hijriah dengan memperkenalkan kurban unta. Program ini menjadi pengalaman baru bagi masyarakat dalam menunaikan ibadah kurban yang selama ini identik dengan sapi, kambing, maupun domba.
Kurban unta memiliki keunggulan dibanding hewan kurban lainnya, yaitu jumlah distribusi daging yang lebih besar. Dengan bobot yang bisa mencapai lebih dari 500 kilogram, satu ekor unta diperkirakan mampu menjangkau penerima manfaat dua kali lebih banyak dibanding sapi standar.
Pelaksanaan kurban unta tahun ini dilakukan di Somalia melalui kerja sama Dompet Dhuafa dengan mitra lokal setempat. Proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban nantinya akan ditangani langsung oleh panitia lokal bersama mitra implementator Dompet Dhuafa.
Dalam pelaksanaannya, kurban unta memiliki perbedaan dibanding sapi pada umumnya di Indonesia. Jika sapi biasanya direbahkan terlebih dahulu sebelum disembelih, unta umumnya disembelih dalam posisi berdiri karena memiliki karakteristik fisik yang berbeda.
Kesimpulan dari kejadian ini adalah bahwa proses rekrutan pemain sepak bola tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga pada kesesuaian dengan sistem taktis yang diinginkan oleh pelatih. Selain itu, kurban unta dapat menjadi alternatif yang menarik untuk masyarakat yang ingin menunaikan ibadah kurban dengan cara yang berbeda.
