ITB Gencarkan Aturan Etika Media Sosial Usai Kontroversi Lagu ‘Erika’ yang Picu Kegelisahan Publik

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 16 April 2026 | Institut Teknologi Bandung (ITB) memperketat pengawasan etika mahasiswa dan literasi media sosial setelah beredarnya video Orkes Semi Dangdut (OSD) Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT‑ITB) yang menampilkan lagu “Erika“. Lirik yang bernada vulgar dan mengandung unsur pelecehan verbal terhadap perempuan menimbulkan kegelisahan publik serta menimbulkan tuduhan kekerasan seksual verbal di ruang digital kampus.

Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, Dr. N. Nurlaela Arief, menyatakan bahwa peristiwa ini menjadi momentum penting bagi institusi untuk memperkuat budaya kampus yang menjunjung tinggi etika, penghormatan terhadap martabat manusia, dan pencegahan segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual verbal. “Kami berkomitmen menciptakan lingkungan akademik yang tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga sehat secara sosial,” ujarnya dalam keterangan resmi di Bandung, Rabu, 15 April 2026.

Baca juga:

HMT‑ITB segera mengeluarkan permohonan maaf terbuka kepada publik dan mengakui bahwa konten yang beredar tidak mencerminkan nilai‑nilai akademik. Seluruh video dan audio terkait telah diproses untuk diturunkan (take down) dari kanal resmi maupun akun terafiliasi. Selain itu, organisasi mahasiswa melakukan evaluasi internal menyeluruh terhadap standar dan pedoman kegiatan agar selaras dengan nilai etika yang berkembang.

Langkah konkret yang diambil ITB meliputi:

  • Penguatan kampanye etika melalui Direktorat Persiapan Bersama (Ditsama), mencakup literasi media sosial, etika komunikasi pesan singkat, dan tata cara berpenampilan di lingkungan kampus.
  • Pembentukan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) yang mencakup seluruh kampus ITB di Ganesha, Jatinangor, Cirebon, dan Jakarta, menyediakan kanal konsultasi serta pelaporan bagi korban atau saksi.
  • Integrasi materi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) secara wajib dalam program pembinaan mahasiswa baru untuk menumbuhkan kesadaran sejak dini.
  • Penerapan sistem pelaporan anonim melalui portal resmi kampus, memudahkan mahasiswa melaporkan tindakan yang melanggar etika tanpa rasa takut.

Penguatan karakter mahasiswa menjadi prioritas utama. Ditsama menggelar serangkaian workshop yang menekankan sikap kritis namun santun dalam berkomunikasi di media sosial, menghindari serangan pribadi, serta menghormati perbedaan pendapat. Program ini juga melibatkan pakar psikologi dan advokat hak asasi perempuan untuk memberikan perspektif multidisiplin.

Baca juga:

Kasus “Erika” bukan pertama kalinya ITB harus menangani konten yang dipertanyakan. Namun, skalabilitas penyebaran melalui platform digital mempercepat dampak negatif, memaksa institusi mengadopsi kebijakan yang lebih proaktif. Menurut data internal yang dirilis pada akhir Maret 2026, lebih dari 30.000 mahasiswa terdaftar di platform pembelajaran daring, sementara interaksi di media sosial kampus meningkat 45 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Para pengamat menilai bahwa langkah ITB sejalan dengan tren nasional yang menuntut akuntabilitas institusi pendidikan tinggi dalam menangani isu gender dan kekerasan verbal. “Kebijakan yang mengintegrasikan literasi digital dengan edukasi karakter dapat menjadi model bagi universitas lain,” ujar Dr. Rina Suryani, pakar sosiologi media dari Universitas Padjadjaran.

Pihak HMT‑ITB juga berjanji tidak akan lagi menampilkan lagu dengan lirik yang berpotensi menyinggung atau merendahkan kelompok tertentu. Organisasi mahasiswa berkomitmen menyusun katalog lagu resmi yang telah melewati proses peninjauan etika sebelum dipentaskan dalam acara resmi kampus.

Baca juga:

Secara keseluruhan, respons ITB menunjukkan upaya menyeluruh untuk menanggapi kegelisahan publik, melindungi martabat sivitas akademika, dan membangun ekosistem pendidikan yang inklusif. Dengan menggabungkan kebijakan struktural, edukasi karakter, dan mekanisme pelaporan yang transparan, kampus berusaha mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *