PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 21 Mei 2026 | Rupiah telah mencapai titik nadir, melemah 77 poin atau 0,44 persen dalam satu sesi perdagangan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk aksi jual saham oleh investor asing menjelang pengumuman rebalancing Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz.
Konflik di Selat Hormuz bukanlah isu kecil, karena jalur perairan tersebut mengangkut sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia. Kenaikan harga minyak global merupakan kabar buruk ganda bagi Indonesia sebagai negara net importir energi, karena devisa terkuras lebih cepat dan tekanan inflasi dari dalam.
Indonesia juga merencanakan untuk memperketat kontrol atas ekspor komoditas, termasuk batu bara dan minyak sawit. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pendapatan negara dan mengurangi praktik under-invoicing yang merugikan negara.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia juga berusaha untuk meningkatkan kualitas pelayanan haji bagi umat Islam di Indonesia. Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud telah mengundang 42 Warga Negara Indonesia (WNI) untuk naik haji gratis tanpa antre.
Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan haji, pemerintah Indonesia juga berencana untuk memperbaiki infrastruktur dan fasilitas pendukung. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan bagi jemaah haji.
Kesimpulan, rupiah di titik nadir disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk aksi jual saham oleh investor asing, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz, dan fondasi ekonomi domestik yang rapuh. Pemerintah Indonesia berusaha untuk memperketat kontrol atas ekspor komoditas dan meningkatkan kualitas pelayanan haji bagi umat Islam di Indonesia.
