PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 22 Mei 2026 | Pasar modal syariah di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, namun masih menghadapi tantangan literasi yang minim. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi pasar modal syariah di Indonesia hanya mencapai 4%, sedangkan inklusi hanya 0,2%. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami dan belum terlibat dalam pasar modal syariah.
Kepala Direktorat Pengembangan Pasar Modal Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon, dan Pasar Modal Syariah OJK, Novita Lyndradevi Bachtiar, mengatakan bahwa tantangan terbesar pengembangan pasar modal syariah saat ini bukan hanya berasal dari dinamika global, tetapi juga dari sisi domestik. Ia menekankan pentingnya meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal syariah untuk memaksimalkan potensi yang ada.
Sementara itu, Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, menekankan pentingnya peran pasar modal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menjelaskan bahwa pasar modal merupakan instrumen vital dalam menyediakan pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha dan pembangunan ekonomi suatu negara.
Investasi saham syariah juga menjadi tren gaya hidup baru, dengan pasar modal syariah yang bersifat inklusif dan terbuka bagi seluruh kalangan. Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa pasar modal syariah bersifat inklusif dan terbuka bagi seluruh kalangan, bukan hanya kalangan tertentu.
Namun, IHSG masih mengalami penurunan, dengan IHSG anjlok hingga 3,66% ke 6.087 pada perdagangan saham intraday hari ini. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi oleh pasar modal di Indonesia.
Kesimpulan, pasar modal syariah di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, namun masih menghadapi tantangan literasi yang minim. Meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal syariah sangat penting untuk memaksimalkan potensi yang ada. Dengan demikian, diharapkan pasar modal syariah dapat menjadi salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
