Nvidia Raup Laba Fantastis Rp 1.030 Triliun, Investasi AI Raksasa Teknologi Dunia Masih Melesat

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 22 Mei 2026 | Gelombang investasi kecerdasan buatan global masih bergerak agresif dan belum menunjukkan tanda perlambatan. Di tengah persaingan raksasa teknologi seperti Meta, Amazon, Google, dan Microsoft membangun infrastruktur pusat data dalam skala besar, Nvidia muncul sebagai perusahaan yang paling diuntungkan dari perlombaan industri AI tersebut.

Perusahaan pembuat cip asal Silicon Valley itu membukukan laba kuartalan sebesar 58,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.030 triliun dengan kurs Rp 17.680 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka tersebut melonjak 211 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca juga:

Sementara itu, pendapatan Nvidia mencapai 81,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.442 triliun, naik 85 persen secara tahunan. Sebagai perbandingan, laba kuartalan Nvidia tiga tahun lalu masih berada di kisaran 2 miliar dolar AS.

Lonjakan kinerja Nvidia menjadi sinyal kuat bahwa belanja AI perusahaan teknologi global masih terus meningkat. Nvidia bahkan memperkirakan pengeluaran dunia untuk infrastruktur AI dapat mencapai 3 triliun hingga 4 triliun dolar AS pada 2030, naik tajam dari sekitar 1 triliun dolar AS saat ini.

Kondisi itu memperkuat posisi Nvidia sebagai pemasok utama cip untuk pengembangan model AI generatif dan pusat data modern. Chief Executive Officer Nvidia, Jensen Huang, mengatakan percepatan pembangunan pusat data terjadi karena AI mulai memberikan nilai ekonomi nyata bagi perusahaan.

Baca juga:

"AI sekarang sudah mampu melakukan pekerjaan yang produktif dan bernilai," ujarnya dalam konferensi bersama analis Wall Street. Huang juga menegaskan, "Permintaannya melonjak sangat cepat. Kami membangun kapasitas sebelum momen ini terjadi sehingga ketika AI agentik hadir, Nvidia sudah siap. Dan sekarang, momen itu telah tiba."

Nvidia membukukan pendapatan sebesar 81,6 miliar dolar AS pada kuartal pertama tahun ini, naik 85% dari periode yang sama tahun lalu. Pendapatan dari segmen data center mencapai 75,2 miliar dolar AS, naik 92% secara tahunan.

Perusahaan ini juga melaporkan laba bersih sebesar 7,8 miliar dolar AS, naik 76% dari kuartal sebelumnya. Nvidia memperkirakan pendapatan pada kuartal kedua sebesar 86,5 miliar dolar AS, naik 80% dari periode yang sama tahun lalu.

Baca juga:

Kesimpulan, Nvidia membukukan laba fantastis sebesar Rp 1.030 triliun pada kuartal pertama tahun ini, didorong oleh peningkatan pendapatan dari segmen data center dan AI. Perusahaan ini memperkirakan pengeluaran dunia untuk infrastruktur AI dapat mencapai 3 triliun hingga 4 triliun dolar AS pada 2030.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *