PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 24 Mei 2026 | Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,3 mengguncang kawasan Bengkulu Selatan, Bengkulu, pada Sabtu, 23 Mei 2026, pukul 19:40 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Gempa terjadi pada koordinat 4.67 Lintang Selatan dan 102.57 Bujur Timur, dengan pusat gempa berada di laut sekitar 45 kilometer barat daya Bengkulu Selatan. Gempa dirasakan dengan skala MMI pada wilayah Bengkulu, Kaur, Seluma, Kepahiang, Rejang, dan Musi dengan skala III-IV.
BMKG mencatat bahwa dalam sepekan terakhir, wilayah Indonesia terjadi aktivitas gempa signifikan dan dirasakan masyarakat sebanyak 22 kali dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman. Gempa bumi dengan magnitudo 5,8 juga terjadi di tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pagi ini, namun tidak berpotensi tsunami.
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menggelar Apel Kesiapsiagaan dan Gelar Peralatan di Lapangan Garuda, Candi Prambanan, dalam rangkaian peringatan 20 tahun gempa Yogyakarta. Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Lilik Kurniawan menyampaikan bahwa peringatan 20 tahun gempa Yogyakarta merupakan upaya untuk memperkuat memori kolektif masyarakat mengenai gempa bumi besar yang pernah mengguncang wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Kesiapsiagaan dan ketangguhan dalam menghadapi bencana menjadi fokus utama dalam peringatan tersebut. Apel kesiapsiagaan dan gelar peralatan merupakan wujud sinergi seluruh unsur pentahelix, yang mencakup pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, dan warga, dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana.
Dalam upaya memperkuat ketangguhan, gerakan "KitaTangguh" diluncurkan dengan tiga pilar besar, yakni Budaya Tangguh, Kolaborasi Tangguh, dan Dasbor Tangguh. Budaya Tangguh mencakup upaya untuk menanamkan kesadaran bahwa memahami risiko bencana tidak cukup mengetahui ancaman, tetapi juga mewujudkannya dalam perilaku sehari-hari.
Kolaborasi Tangguh ditujukan untuk membangun dan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya mitigasi maupun penanggulangan bencana. Dasbor Tangguh mencakup pemanfaatan data dan teknologi untuk mendukung upaya mitigasi dan penanganan bencana.
Kesimpulan, gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,3 yang mengguncang Bengkulu Selatan tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Namun, upaya kesiapsiagaan dan ketangguhan dalam menghadapi bencana tetap menjadi prioritas utama. Dengan memperkuat memori kolektif masyarakat dan membangun sinergi seluruh unsur pentahelix, Indonesia dapat meningkatkan ketangguhannya dalam menghadapi bencana.
