PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 24 Mei 2026 | JAKARTA – MotoGP dilaporkan mempertimbangkan menghapus aturan dua motor per pembalap mulai 2027. Hal ini sebagai bagian dari langkah penghematan biaya yang akan berdampak besar. MotoGP saat ini beroperasi dengan setiap pembalap memiliki dua motor untuk digunakan selama setiap sesi akhir pekan balapan.
Hal ini memungkinkan pembalap untuk berganti motor selama sesi latihan sambil menyempurnakan pengaturan. Hal ini juga membuat pembalap memiliki motor cadangan yang siap digunakan jika kecelakaan dengan salah satu motor mereka. Lebih penting lagi, aturan dua motor memungkinkan pergantian motor selama balapan dari awal hingga akhir, yang berarti pembalap dapat mengganti ban tanpa harus berhenti di pitlane.
Sebelum aturan dari awal hingga akhir pada 2006, jika kondisi berubah secara signifikan dalam balapan ban yang berbeda dibutuhkan, balapan akan dihentikan sementara (red flag). Namun, menurut Motorsport, para pabrikan sedang berdiskusi dengan MotoGP Sports Entertainment dan Liberty tentang pengurangan jumlah motor yang tersedia untuk setiap pembalap menjadi satu motor mulai tahun depan.
MotoGP agak berbeda dari yang lain di dunia motorsport karena menyediakan dua motor untuk setiap pembalap di setiap sesi. Di Moto2 dan Moto3, aturan satu motor telah berlaku sejak 2010. Di World Superbike, hanya satu motor yang digunakan per pembalap, meskipun motor cadangan tersedia jika motor yang digunakan terlalu rusak. Penggunaan motor cadangan harus disetujui pimpinan teknis.
Penghapusan motor cadangan ini dapat berdampak besar pada strategi balapan dan biaya tim. Namun, masih belum jelas apakah keputusan ini akan diambil dan bagaimana dampaknya pada musim balapan 2027. Pembalap dan tim harus menunggu keputusan resmi dari MotoGP untuk mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan.
Dalam beberapa tahun terakhir, MotoGP telah melakukan beberapa perubahan untuk mengurangi biaya dan meningkatkan keselamatan. Penghapusan motor cadangan dapat menjadi langkah lain untuk mencapai tujuan ini. Namun, masih perlu dilihat apakah keputusan ini akan membantu meningkatkan keselamatan dan mengurangi biaya, atau apakah akan memiliki dampak negatif pada balapan.
