Ratu Sofya Bongkar Alasan Sebenarnya Tolak Promosi Film, Bukan karena Adegan Seksual

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 25 Mei 2026 | Ratu Sofya kembali menjadi sorotan setelah perselisihannya dengan rumah produksi HAS Pictures berkembang menjadi polemik yang turut menyeret hubungan keluarganya. Aktris muda tersebut diketahui mendapat somasi dari pihak rumah produksi film Dosa Penebusan atau Pengampunan karena dianggap belum menjalankan kewajiban promosi sebagaimana tertuang dalam kontrak kerja sama.

Sebelumnya, pihak produser sempat menyebut alasan Ratu Sofya enggan menjalani promosi berkaitan dengan keberatan terhadap adanya adegan seksual dalam film tersebut. Namun tudingan itu langsung dibantah oleh pihak sang aktris. Kuasa hukum Ratu Sofya menegaskan bahwa persoalan utama bukanlah adegan dalam film, melainkan hak klien mereka yang disebut belum dipenuhi.

Baca juga:

"Ratu bukannya mengingkari atau menolak. Tapi ada hak yang memang harus diperoleh Ratu terlebih dahulu," kata pengacara Ratu, Risvan. Pihak kuasa hukum menjelaskan bahwa Ratu Sofya tetap bersikap profesional dan tidak menolak kewajiban promosi secara permanen. Namun mereka meminta agar hak-hak sang aktris terlebih dahulu diselesaikan sebelum agenda promosi dijalankan.

Menurut tim pengacara, persoalan ini sebenarnya sudah lebih dulu dikomunikasikan kepada pihak keluarga, khususnya ayah Ratu Sofya yang diketahui menjadi pihak penandatangan kontrak kerja sama dengan HAS Pictures. "Kami juga sudah menyampaikan semua itu dalam surat kepada pihak yang menandatangi surat kerja sama dengan PT HAS," kata Risvan.

Situasi menjadi semakin rumit setelah surat yang dikirim kuasa hukum Ratu Sofya disebut disalahartikan sebagai somasi kepada orang tua sendiri. Narasi itu kemudian berkembang luas di publik dan memicu perhatian warganet. Sebelumnya, ibunda Ratu Sofya, Intan Masthura, sempat tampil dalam konferensi pers bersama pihak rumah produksi.

Dalam kesempatan tersebut, Intan membantah tudingan bahwa dirinya memaksa sang putri mengambil peran dengan adegan intim demi kebutuhan ekonomi keluarga. Ia menegaskan bahwa proses pengambilan keputusan dilakukan secara terbuka dan sudah dibicarakan sejak awal dengan pihak produksi.

Ratu Sofya sendiri akhirnya membuka suara terkait alasannya tidak mengikuti rangkaian promosi film terbarunya. Ratu mengaku, hal itu dilakukannya karena ada haknya yang belum diselesaikan pihak produksi. Kuasa hukum Ratu Sofya menegaskan bahwa kliennya tak berniat melanggar kontrak. Ratu hanya meminta kejelasan terkait pembayaran honornya yang disebut-sebut telah diserahkan kepada sang ayah tanpa adanya surat kuasa dari sang aktris.

Kesimpulan dari polemik ini adalah bahwa Ratu Sofya memiliki alasan yang kuat untuk menolak promosi film, yaitu karena hak-haknya sebagai aktris belum dipenuhi oleh pihak produksi. Ia tidak menolak kewajiban promosi secara permanen, tetapi meminta agar hak-haknya terlebih dahulu diselesaikan sebelum agenda promosi dijalankan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *