PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 27 Mei 2026 | Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus berupaya untuk mempercepat pembangunan hunian tetap bagi korban bencana di wilayah Sumatera. Menteri PKP Maruarar Sirait menyatakan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat proses pembangunan hunian tetap tersebut.
Menurut Maruarar Sirait, proses pengadaan hunian tetap diharapkan dapat dimulai pada awal bulan depan. Ia menambahkan bahwa beberapa opsi kerja sama telah dibahas, termasuk dengan LKPP, kejaksaan, dan kepolisian untuk memastikan tata kelola yang baik.
Saat ini, sudah ada 2.603 unit hunian tetap yang sedang diproses. Beberapa ratus unit telah diserahkan kepada Kementerian Dalam Negeri dari dua bulan lalu. Maruarar Sirait menargetkan penyerapan anggaran Kementerian PKP pada tahun ini mencapai 97,48 persen, naik dibandingkan capaian tahun lalu sebesar 96 persen.
Program strategis Kementerian PKP pada 2026 tetap berfokus pada bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Alokasi anggaran BSPS mencapai 83,12 persen dari total anggaran kementerian, yang digunakan untuk mendukung pembangunan dan perbaikan 400.000 unit rumah di kawasan pesisir, perkotaan, dan perdesaan sebagai program prioritas pemerintah.
Maruarar Sirait juga menyinggung tentang rencana Kementerian PKP untuk meningkatkan kuota bedah rumah pada 2027. Ia mengatakan bahwa pemerintah mengusulkan peningkatan target program BSPS menjadi 2 juta unit rumah pada tahun depan. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mempercepat pemenuhan kebutuhan rumah layak bagi masyarakat.
Pemerintah telah menyetujui usulan total anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi sebesar Rp 100,1 triliun, yang terbagi untuk tiga tahun, yakni Rp 38,9 triliun pada 2026, Rp 32,9 triliun untuk 2027, dan Rp 28,2 triliun buat 2028.
Dalam upaya mempercepat pembangunan hunian tetap bagi korban bencana, Maruarar Sirait menekankan pentingnya koordinasi antar pihak dan penggunaan anggaran yang efektif. Ia menargetkan agar proses pembangunan hunian tetap dapat berjalan dengan lancar dan tepat waktu.
Maruarar Sirait juga menyinggung tentang pentingnya memperkuat komitmen pengabdian kepada bangsa melalui tugas menjaga pangan. Ia menekankan bahwa semangat kurban memiliki relevansi yang kuat dengan peran Kementerian PKP dalam menjaga ketahanan pangan, memastikan ketersediaan pangan, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.
Dalam rangka memperingati Hari Raya Iduladha 1447 H, Perum Bulog melaksanakan Sholat Iduladha di Masjid Al-Balagh, Komplek Bulog Pos Pengumben, Jakarta Barat. Kegiatan ini diikuti oleh Direktur Utama, Direktur SDM & Transformasi, karyawan Bulog beserta keluarga yang tinggal di lingkungan Komplek Bulog Pos Pengumben.
Perum Bulog menyiapkan hewan kurban sebanyak 36 ekor sapi dan 20 ekor kambing. Penyembelihan hewan kurban tersebut menjadi bagian dari agenda rutin tahunan yang dilaksanakan bersama karyawan Bulog dan keluarga di lingkungan Perum Bulog.
Dalam khotbah Iduladha, Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han. menyampaikan bahwa Iduladha tidak hanya menjadi peringatan atas keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh insan Bulog untuk memperkuat komitmen pengabdian kepada bangsa melalui tugas menjaga pangan.
Kurban mengajarkan kita tentang ketaatan total kepada Allah SWT, keikhlasan dalam memberi, dan keberanian untuk berkorban demi kemaslahatan yang lebih besar. Nilai inilah yang sejalan dengan tugas Bulog dalam menjaga ketahanan pangan, memastikan ketersediaan pangan, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.
Di akhir, Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya untuk mempercepat pembangunan hunian tetap bagi korban bencana dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program-program prioritas.
