PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 28 Mei 2026 | PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan PT Pindad, dua perusahaan strategis nasional, baru-baru ini mengumumkan perubahan dalam susunan direksi dan komisaris mereka. Perubahan ini diharapkan dapat memperkuat posisi perusahaan dalam industri pertahanan dan teknologi di Indonesia.
PTDI mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 345,97% pada tahun 2025 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Perusahaan ini juga menyetujui perubahan susunan direksi dan dewan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025. Pengumuman kinerja dan perubahan pengurus ini dilakukan di Hotel Shangri-La Jakarta pada Selasa (26/5/2026).
Sementara itu, PT Pindad juga melakukan perubahan susunan direksi dan komisarisnya. Perubahan tersebut berdasarkan Surat BP BUMN Nomor: SR-262/BP/05/2026 tanggal 26 Mei 2026. Perusahaan menetapkan perubahan nomenklatur terbaru terkait dengan penempatan fungsi Manajemen Risiko dan penetapan Pengurus Perseroan.
Dalam perubahan ini, PT Pindad memberhentikan Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & SDM PT Pindad, Kemal Sudiro, dan mengangkat beberapa pejabat baru, termasuk Heru Puryanto sebagai Wakil Direktur Utama PT Pindad, Tambok Parulian S sebagai Direktur Keuangan, dan SDM PT Pindad, serta Dani Rusli Utama sebagai Komisaris PT Pindad.
Perubahan ini diharapkan dapat membawa perusahaan menuju perusahaan industri pertahanan yang terus bertumbuh dan mandiri. Dengan perubahan ini, susunan kepengurusan PT Pindad menjadi lebih lengkap dan siap untuk menghadapi tantangan di masa depan.
PT Dirgantara Indonesia dan PT Pindad adalah dua perusahaan yang sangat penting dalam industri pertahanan dan teknologi di Indonesia. Perubahan dalam susunan direksi dan komisaris ini diharapkan dapat memperkuat posisi perusahaan dalam menghadapi persaingan global dan meningkatkan kemampuan perusahaan dalam mengembangkan teknologi dan produk pertahanan yang lebih canggih.
Dalam beberapa tahun terakhir, PT Dirgantara Indonesia telah mencatatkan pertumbuhan yang signifikan dalam produksi pesawat dan helikopter. Perusahaan ini juga telah mengembangkan kemampuan dalam desain dan produksi komponen pesawat dan helikopter.
Sementara itu, PT Pindad juga telah mencatatkan kemajuan signifikan dalam produksi senjata dan amunisi. Perusahaan ini telah mengembangkan kemampuan dalam desain dan produksi senjata dan amunisi yang lebih canggih.
Kedua perusahaan ini diharapkan dapat terus meningkatkan kemampuan dan kapasitas produksi mereka untuk mendukung keamanan dan pertahanan negara. Dengan perubahan dalam susunan direksi dan komisaris, perusahaan ini diharapkan dapat lebih efektif dalam menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.
Perubahan ini juga diharapkan dapat membawa dampak positif pada perekonomian Indonesia. Dengan peningkatan kemampuan dan kapasitas produksi, perusahaan ini dapat meningkatkan produksi dan ekspor, sehingga dapat meningkatkan pendapatan negara dan menciptakan lapangan kerja baru.
Dalam kesimpulan, perubahan dalam susunan direksi dan komisaris PT Dirgantara Indonesia dan PT Pindad diharapkan dapat memperkuat posisi perusahaan dalam industri pertahanan dan teknologi di Indonesia. Perubahan ini diharapkan dapat membawa dampak positif pada perekonomian Indonesia dan meningkatkan kemampuan perusahaan dalam menghadapi tantangan global.
