PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 28 Mei 2026 | Starbucks, salah satu rantai kopi terbesar di dunia, baru-baru ini menghadapi kontroversi dan persaingan sengit di industri kopi global. Hal ini dimulai ketika Starbucks Korea meluncurkan kampanye iklan yang dinamakan ‘Tank Day’ yang dirilis pada tanggal 18 Mei, bertepatan dengan hari jadi pemberontakan Gwangju pada tahun 1980. Kampanye ini memicu kemarahan dan kekecewaan banyak orang, terutama keluarga korban dan mereka yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
Chairman Shinsegae Group, Chung Yong-jin, meminta maaf atas kampanye tersebut dan menyatakan bahwa kampanye itu tidak memiliki niat untuk menyinggung atau menghina peristiwa bersejarah tersebut. Namun, kerusakan sudah terjadi, dan banyak orang memboikot Starbucks Korea sebagai bentuk protes.
Sementara itu, di Inggris, harga kopi di Starbucks dan rantai kopi lainnya terus meningkat. Bahkan, harga kopi bisa mencapai £5 atau lebih, tergantung pada lokasi dan jenis kopi yang dipesan. Hal ini memicu perdebatan tentang apakah harga kopi yang tinggi tersebut masih dapat diterima oleh masyarakat.
Starbucks juga menghadapi persaingan dari rantai kopi lainnya, seperti Costa Coffee dan Caffè Nero. Persaingan ini memaksa Starbucks untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan dan produknya untuk mempertahankan posisinya di pasar.
Dalam upaya untuk meningkatkan penjualan dan memenangkan kembali kepercayaan pelanggan, Starbucks meluncurkan berbagai promosi dan kampanye pemasaran. Salah satu contohnya adalah program ‘Starbucks Origin Experience’ yang memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk mengunjungi negara asal kopi dan belajar tentang proses produksi kopi.
Meskipun menghadapi tantangan dan kontroversi, Starbucks tetap menjadi salah satu rantai kopi terbesar dan paling sukses di dunia. Dengan terus berinovasi dan memperhatikan kebutuhan dan preferensi pelanggan, Starbucks yakin dapat mempertahankan posisinya dan terus tumbuh di industri kopi global.
