PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 17 April 2026 | Nottingham Forest kembali menorehkan catatan bersejarah pada babak perempat final Liga Europa setelah mengalahkan Porto dengan kemenangan tipis 1-0 di leg kedua yang berlangsung di City Ground pada Jumat dini hari WIB. Gol tunggal Morgan Gibbs-White pada menit kedelapan menjadi penentu, membawa Forest melaju ke semifinal dengan agregat 2-1. Kemenangan ini mengakhiri penantian panjang selama 42 tahun sejak klub terakhir menembus fase semifinal kompetisi Eropa pada era 1984.
Awal laga langsung dramatis ketika bek Porto, Jan Bednarek, menerima kartu merah setelah melakukan tekel keras ke arah Chris Wood. Wasit Danny Makkelie, setelah meninjau rekaman VAR yang dikendalikan oleh Ivan Bebek, memutuskan bahwa tantangan tersebut berbahaya dan mengakibatkan pengusiran pemain Polandia tersebut pada menit kedelapan. Kejadian ini memberi Forest keunggulan satu pemain dan mengubah dinamika pertandingan.
Empat menit kemudian, Morgan Gibbs-White memanfaatkan keunggulan numerik. Setelah menerima umpan di sisi kanan kotak penalti, ia menembakkan tembakan yang menabrak tubuh Pablo Rosario milik Porto, lalu meluncur ke sudut gawang dan menembus jaring Diogo Costa. Gol tersebut tidak hanya menambah keunggulan agregat menjadi 2-1, tetapi juga menjadi simbol solidaritas tim, karena Gibbs-White mengangkat jersey dengan tulisan “Family First” sebagai penghormatan kepada Elliot Anderson yang baru saja kehilangan sang ibu sebelum kickoff.
Meski berada di bawah tekanan, Porto tidak menyerah. William Gomes hampir menyamakan kedudukan ketika tendangannya meleset menabrak mistar, sementara Alan Varela menembak dari jarak jauh yang menguji kiper Forest, Stefan Ortega. Namun, pertahanan Forest tetap kokoh, meski harus berjuang melawan serangan balik dan menahan tekanan lawan yang masih memiliki peluang meski bermain dengan sepuluh pemain.
Sayangnya, keberhasilan Forest tidak lepas dari masalah cedera. Chris Wood terpaksa keluar karena cedera lutut yang serius, sementara Murillo dan Callum Hudson-Odoi juga harus meninggalkan lapangan lebih awal. Kondisi ini menambah beban pada skuad Vitor Pereira, yang sedang berjuang keras untuk mempertahankan posisi di Premier League dan menghindari zona degradasi. Tim kini harus menyiapkan diri untuk pertandingan krusial melawan Burnley di pekan berikutnya, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi Aston Villa dalam semifinal Liga Europa.
Sejarah panjang Forest di kompetisi Eropa kembali terukir. Ini adalah kali keempat klub tersebut mencapai semifinal Liga Europa dan pertama kalinya sejak era legendaris Brian Clough pada akhir 1970-an hingga awal 1980-an. Keberhasilan ini menambah kebanggaan bagi para suporter yang menyaksikan pertandingan dengan atmosfer penuh semangat di City Ground yang penuh sesak.
Berikut rangkuman poin penting pertandingan:
- Gol tunggal: Morgan Gibbs-White (menit 8)
- Kartu merah: Jan Bednarek (Porto) – tekel keras terhadap Chris Wood
- Skor agregat: Nottingham Forest 2-1 Porto
- Pemain yang cedera: Chris Wood, Murillo, Callum Hudson-Odoi
- Penantian semifinal terakhiri: 42 tahun sejak 1984
Selain sorotan taktik, pertandingan ini juga mengungkap sisi kemanusiaan sepak bola. Gibbs-White menampilkan dukungan emosional kepada Elliot Anderson dengan mengangkat jersey bertuliskan “Family First”, menegaskan bahwa di balik kompetisi, nilai kebersamaan tetap menjadi prioritas. Penghormatan ini mendapat sambutan hangat dari para penonton yang menebar sorakan serta tepuk tangan menguatkan semangat tim.
Ke depan, Forest menghadapi tantangan ganda: menjaga performa di Liga Premier untuk menghindari degradasi dan menyiapkan strategi melawan Aston Villa, rekan sesama Inggris yang akan menjadi lawan semifinal Liga Europa. Kedua tim memiliki kualitas serupa, dan pertandingan diprediksi akan menjadi duel taktis dengan intensitas tinggi.
Kesimpulannya, kemenangan melawan Porto bukan sekadar hasil pertandingan, melainkan simbol kebangkitan dan harapan bagi Nottingham Forest. Dengan kombinasi ketangguhan mental, dukungan emosional, dan strategi yang tepat, Forest berhasil menembus semifinal Liga Europa, membuka peluang untuk menambah koleksi trofi internasional setelah dua dekade terakhir. Namun, tantangan domestik tetap mengintai, dan kemampuan tim untuk menyeimbangkan kedua kompetisi akan menjadi penentu akhir musim mereka.
