PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 01 Juni 2026 | Candi Borobudur resmi masuk dalam Project ETERNAL, proyek global pelestarian digital warisan dunia yang digagas Antigravity dan Insta360. Dalam proyek tersebut, Borobudur didokumentasikan menggunakan teknologi 3D generasi baru untuk menghadirkan arsip digital ruang budaya secara imersif.
Borobudur menjadi representasi penting peradaban Asia sekaligus kebanggaan budaya Indonesia dalam proyek global tersebut. Sebelumnya, Project ETERNAL telah mendokumentasikan situs bersejarah Pompeii dan Civita di Bagnoregio di Italia.
Tim detikBali melaporkan bahwa dalam proses dokumentasi, tim menggunakan teknologi 3D Gaussian Splatting (3DGS) dan Antigravity A1, drone 360° pertama di dunia dengan kemampuan perekaman 8K untuk spatial capture. Melalui teknologi tersebut, situs bersejarah dapat direkam menjadi ruang digital tiga dimensi yang detail, interaktif, dan dapat dijelajahi secara virtual.
Pendekatan ini memungkinkan memori spasial Borobudur terdokumentasi dan diwariskan lintas generasi. Pemilihan Borobudur dinilai memiliki makna penting karena bukan hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga simbol peradaban besar Indonesia yang diakui dunia.
Haris, perwakilan pengelola kawasan Borobudur, mengatakan bahwa Borobudur bukan sekadar bangunan bersejarah, tetapi juga bagian dari identitas budaya Indonesia dan bukti peradaban Nusantara yang luar biasa. Melalui Project ETERNAL ini, diharapkan warisan seperti ini dapat terus dilestarikan dalam bentuk digital dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Sementara itu, di bidang olahraga, Timnas Indonesia U-19 akan bentrok melawan Myanmar U-19 di Piala AFF U-19 2026. Pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto, diprediksi bakal menurunkan skuad terbaiknya di laga penting ini.
Indonesia butuh kemenangan untuk membuka asa lolos ke babak semifinal Piala AFF U-19 2026. Dafa Al Gasemi diyakini akan menjadi andalan di bawah mistar gawang. Lini belakang berpotensi diisi I Putu Panji, Matthew Baker dan Algazani Dwi Sugandi.
Di lain pihak, Badan Gizi Nasional (BGN) terus melakukan pengawasan serta inspeksi mendadak (sidak) terhadap Satuan Pelayanan Pemenanan Gizi (SPPG) di berbagai daerah di Indonesia. Sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai berjalan pada Januari 2025 hingga akhir Mei 2026, sebanyak 8.182 SPPG tercatat pernah dikenai penghentian operasional sementara (suspend).
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S Deyang, mengatakan bahwa dari total 27.208 SPPG yang saat ini sudah beroperasi di seluruh Indonesia, sebanyak 8.182 SPPG sudah pernah di-suspend. Namun, 5.659 SPPG telah dicabut status pembekuannya dan kembali beroperasi setelah memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Sebagai dasar negara dan pedoman hidup bangsa Indonesia, Pancasila terdiri dari lima sila yang memiliki makna mendalam dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kelima sila tersebut menjadi landasan untuk menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Bangunan yang miring umumnya identik dengan risiko keruntuhan. Pada banyak kasus, rumah atau gedung yang mengalami kemiringan akibat fondasi lemah dapat mengalami retak, ambles, hingga roboh karena tidak mampu menahan beban struktur. Namun, sebagaimana dilansir dari detikProperti, ada sejumlah bangunan di dunia yang justru tetap berdiri kokoh meski memiliki kemiringan yang cukup ekstrem.
Sebut saja Leaning Tower of Pisa di Italia, Capital Gate di Uni Emirat Arab, Tiger Hill Pagoda di China, hingga Elizabeth Tower yang menjadi rumah bagi lonceng Big Ben di Inggris. Lalu, apa yang membuat bangunan-bangunan tersebut mampu bertahan selama puluhan, bahkan ratusan hingga ribuan tahun?
Menara Pisa merupakan contoh paling terkenal dari bangunan miring yang tetap berdiri hingga kini. Menurut peneliti dari Departemen Teknik Sipil University of Bristol, Gabriele Fiorentino, salah satu faktor utama yang membuat menara ini tetap kokoh adalah hubungan unik antara struktur bangunan dan tanah tempatnya berdiri.
Ketika proses pembangunan sempat terhenti dalam waktu lama berabad-abad lalu, tanah lunak di bawah menara memiliki kesempatan untuk beradaptasi dengan beban bangunan. Kondisi tersebut justru membantu memperkuat kestabilan struktur. Selain itu, bagian bawah menara dibangun dengan kolom-kolom batu yang sangat tebal sehingga pusat gravitasinya berada lebih dekat ke permukaan tanah.
Semakin rendah pusat massa sebuah bangunan, semakin stabil pula bangunan tersebut. Para ahli menilai kondisi tanah, beban bangunan, tinggi menara, dan tingkat kemiringannya saat ini telah mencapai keseimbangan yang relatif stabil sehingga risiko roboh dapat diminimalkan.
Kesimpulan, Indonesia memiliki banyak bangunan dan situs bersejarah yang perlu dijaga dan dilestarikan. Dengan teknologi canggih dan kerja sama antar lembaga, diharapkan warisan budaya Indonesia dapat terus lestari dan menjadi kebanggaan bagi generasi mendatang.
