PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 01 Juni 2026 | Perusahaan otomotif di Tiongkok, termasuk XPeng, Nio, dan Li Auto, saat ini sedang menghadapi tantangan besar dalam mengembangkan kendaraan listrik. Bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal berat kendaraan. Data dari Kementerian Industri dan Teknologi Informasi Tiongkok menunjukkan bahwa berat rata-rata kendaraan penumpang baru yang diproduksi di Tiongkok telah meningkat menjadi 1.704 kilogram pada 2024, naik dari 1.312 kilogram pada 2012.
Beberapa model kendaraan listrik besar dari merek seperti Nio, XPeng, Li Auto, dan BYD telah mendekati batas 3 ton dalam hal berat. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang penggunaan energi dan biaya kepemilikan. Han Zhiyu, seorang profesor di Sekolah Studi Otomotif Universitas Tongji, mengatakan bahwa peningkatan berat kendaraan mencerminkan popularitas model yang lebih besar, terutama SUV, serta upaya untuk meningkatkan jangkauan pengemudi dan menambahkan fitur seperti kulkas, layar besar, dan kursi premium.
Cui Dongshu, sekretaris jenderal Asosiasi Mobil Penumpang Tiongkok, mengatakan bahwa peningkatan berat kendaraan dapat meningkatkan konsumsi energi dan sumber daya. Ia menyarankan para produsen mobil untuk tidak hanya menambah kapasitas baterai dan peralatan, karena kendaraan yang lebih berat dapat meningkatkan biaya kepemilikan dan kebutuhan material.
Sebagai contoh, SUV listrik yang beratnya sekitar 3 ton dapat mengonsumsi lebih dari 20 kWh listrik per 100 kilometer. Dengan mengurangi berat kendaraan sebesar 100 kilogram, konsumsi listrik per 100 kilometer dapat dikurangi sekitar 7,5 persen. Hal ini dapat berdampak pada biaya kepemilikan dalam jangka panjang.
Di sisi lain, perusahaan baterai terbesar di dunia, CATL, sedang mengembangkan teknologi baterai natrium-ion yang dapat membuat kendaraan listrik lebih terjangkau. Baterai natrium-ion menggunakan natrium sebagai pengganti litium, yang lebih murah dan melimpah. Teknologi ini juga diklaim lebih aman dan memiliki performa yang lebih baik pada suhu ekstrem.
CATL berencana untuk memproduksi massal baterai natrium-ion pada tahun ini, dengan target jangkauan pengemudi hingga 600 kilometer. Perusahaan ini juga mengembangkan teknologi baterai litium-udara yang dapat membuat baterai lebih kecil dan ringan.
Dalam menghadapi tantangan berat kendaraan, para produsen mobil perlu mempertimbangkan apakah setiap kilogram tambahan benar-benar diperlukan dan apakah ada cara untuk mencapai fungsi yang sama dengan berat yang lebih ringan. XPeng dan perusahaan lainnya perlu mengembangkan strategi untuk mengurangi berat kendaraan tanpa mengorbankan fitur dan kenyamanan.
Kesimpulan, peningkatan berat kendaraan listrik menjadi tantangan besar bagi para produsen mobil, termasuk XPeng. Mereka perlu mengembangkan strategi untuk mengurangi berat kendaraan tanpa mengorbankan fitur dan kenyamanan, serta mengembangkan teknologi baterai yang lebih efisien dan aman.
