PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 01 Juni 2026 | Warga Mulyorejo, Surabaya, baru-baru ini dihebohkan oleh rekaman pocong yang viral di media sosial. Namun, setelah diselidiki, ternyata rekaman tersebut merupakan hasil editan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI). Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya, Armuji, atau yang akrab disapa Cak Ji, meminta masyarakat untuk tidak panik dan terprovokasi oleh isu hoaks tersebut.
Cak Ji menyatakan bahwa warga Surabaya sebenarnya sudah sangat berani menghadapi hal-hal mistis. "Enggak ada pocong. Kalau ada, sama orang-orang bisa didatangi beneran, dimasukkan ke botol kok poconge," ucapnya sambil terkekeh. Ia juga menantang balik kemunculan pocong-pocong selanjutnya dengan mengatakan, "Lak onok pocong, tak parani temen, rek. Apik iki tambahan, cek viral."
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menegaskan bahwa aksi teror semacam ini tidak dapat dibenarkan secara agama maupun hukum. Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim, KH Ma’ruf Khozin, menyatakan bahwa menakuti warga bukanlah perkara sepele yang hanya bisa ditertawakan.
Guru Besar Sosiologi Universitas Airlangga, Prof Bagong Suyanto, menilai apa yang terjadi di Mulyorejo adalah modus lama yang menggunakan kendaraan baru. Pelaku memanfaatkan ketakutan kultural masyarakat Indonesia terhadap sosok pocong untuk mengacaukan kondisi psikologis korban.
Dalam kesimpulan, teror pocong di Surabaya merupakan contoh dari bagaimana teknologi kecerdasan buatan dapat digunakan untuk menipu dan memanipulasi masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat perlu lebih bijak dan tidak mudah terjebak hoaks yang dibungkus dengan bungkus mistis.
