PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 02 Juni 2026 | Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag 2026 diperpanjang hingga 5 Juni 2026. Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama, Ruchman Basori, mengatakan bahwa animo masyarakat terhadap BIB sangat tinggi.
Hingga akhir masa pendaftaran sebelumnya, jumlah pendaftar telah mendekati 20.000 orang. Namun, masih ada pendaftaran yang belum menyelesaikan proses pendaftarannya sehingga perlu diberikan waktu tambahan hingga 5 Juni 2026.
Ruchman Basori berharap dengan perpanjangan masa pendaftaran ini, masyarakat masih memiliki kesempatan untuk mengikuti berbagai program Beasiswa Indonesia Bangkit 2026. “Perpanjangan ini diharapkan dapat memberi ruang bagi para pendaftar untuk melengkapi persyaratan dan menyelesaikan proses pendaftaran dengan baik.
Beasiswa Indonesia Bangkit merupakan salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya di lingkungan pendidikan agama dan keagamaan. Kemenag terus berupaya memperluas akses masyarakat agar dapat memanfaatkan berbagai skema beasiswa yang tersedia.
Informasi mengenai jadwal, persyaratan, pilihan program beasiswa, hingga daftar perguruan tinggi tujuan dapat diakses melalui portal resmi Beasiswa Indonesia Bangkit di https://beasiswa.kemenag.go.id. Proses pendaftaran dilakukan melalui laman https://beasiswalpdp-terintegrasi.kemenkeu.go.id.
Selain itu, biaya pendaftaran SMP-SMA Labschool Jakarta 2025/2026 juga telah diumumkan. Besaran biaya tersebut dapat dilihat melalui laman resmi Labschool. Sementara itu, jadwal rekrutmen CPNS 2026 masih belum diumumkan secara resmi oleh pemerintah.
Masyarakat juga diminta untuk berhati-hati dalam menghadapi kendala seperti QR Code BBM Subsidi yang hilang. Jika mengalami kondisi tersebut, pengguna disarankan melakukan pendaftaran ulang melalui layanan resmi dengan memastikan seluruh data dan nomor polisi kendaraan yang dimasukkan sudah benar dan sesuai dokumen kendaraan.
Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah terus berupaya memperbaiki sistem pendaftaran dan pengelolaan data untuk memastikan penyaluran subsidi energi benar-benar diterima oleh pihak yang berhak. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat memperoleh manfaat yang optimal dari program-program pemerintah.
