PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 04 Juni 2026 | PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) telah memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp40 per lembar saham untuk tahun buku 2025. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) HRTA dan menunjukkan kenaikan sebesar 90,47% dibandingkan dengan dividen tahun sebelumnya yang sebesar Rp21 per lembar saham.
Direktur Keuangan HRTA, Ong Deny, menyatakan bahwa pembagian dividen ini merupakan yang tertinggi sejak HRTA melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2017. Pendapatan perseroan juga meningkat signifikan, dengan laba bersih mencapai Rp978,49 miliar pada akhir tahun 2025, tumbuh 121,29% secara tahunan.
Penjualan emas murni juga meningkat sebesar 75,18% secara tahunan menjadi 7,83 ton, sejalan dengan peningkatan harga jual rata-rata (ASP) sebesar 71,01% secara tahunan menjadi Rp2.567.213 per gram. Segmen grosir masih menjadi kontributor utama pendapatan, dengan kontribusi sebesar 90,60% terhadap total pendapatan.
Sementara itu, beberapa emiten lain juga dijadwalkan membagikan dividen jumbo bulan ini, antara lain PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS), PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).
Nvidia juga telah mengumumkan kenaikan dividen sebesar 2.400%, dari 1 sen per saham menjadi 25 sen per saham, serta program beli kembali saham sebesar $80 miliar. Ini dapat menjadi pertanda bagi perusahaan teknologi lain untuk meningkatkan dividen mereka.
Dengan pertumbuhan pendapatan dan laba yang signifikan, HRTA berencana untuk terus memperkuat ekosistem bisnisnya dan meningkatkan kualitas produk melalui sertifikasi internasional maupun nasional. Perseroan juga berfokus pada perluasan jangkauan pasar untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Kesimpulan, dividen jumbo yang dibagikan oleh HRTA merupakan pertanda baik bagi investor dan menunjukkan kinerja keuangan perseroan yang kuat. Dengan pertumbuhan pendapatan dan laba yang signifikan, HRTA berpotensi menjadi salah satu emiten terkemuka di Indonesia.
