Film Horor Backrooms dan Obsession Sukses Besar di Box Office AS, Tapi Dihadapkan pada Isu Ghost Directing

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 04 Juni 2026 | Industri perfilman Hollywood tengah berubah. Dua film horor orisinal garapan sineas muda jebolan YouTube sukses mencetak prestasi luar biasa di box office Amerika Serikat, bahkan mengungguli sejumlah film beranggaran besar dari waralaba mapan seperti The Mandalorian and Grogu (2026).

Dua film tersebut adalah Backrooms (2026) produksi A24 yang disutradarai Kane Parsons dan Obsession (2026) karya Curry Barker bersama Focus Features. Kesuksesan mereka menjadi bukti bahwa YouTube kini berkembang menjadi salah satu “sekolah film” terbesar bagi generasi baru pembuat film.

Baca juga:

Namun, di balik pencapaian tersebut, muncul pula tudingan bahwa keduanya tidak benar-benar menyutradarai film mereka sendiri alias ada “ghost director” di baliknya. Seperti namanya, ghost directing merupakan istilah yang merujuk pada situasi ketika seorang sutradara yang tercantum secara resmi sebenarnya bukan pihak yang benar-benar mengendalikan proses kreatif di lokasi syuting.

Spekulasi semacam ini muncul setelah publik mengetahui bahwa Backrooms didukung sejumlah nama besar industri horor. Posisi produser diisi oleh James Wan dan Shawn Levy, sementara sutradara Longlegs (2024), Osgood Perkins, turut berperan sebagai mentor Kane Parsons selama proses produksi di Vancouver.

Antusiasme terhadap kedua film tersebut, ditambah usia Kane Parsons (20 tahun) dan Curry Barker (26 tahun) yang masih sangat muda serta latar belakang mereka sebagai kreator internet, memunculkan teori konspirasi di media sosial. Beberapa pengguna bahkan berspekulasi bahwa Osgood Perkins atau produser lain diam-diam mengambil alih kursi sutradara selama syuting berlangsung.

Fenomena ini sebenarnya bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, film Iron Lung (2026) garapan YouTuber Markiplier juga sempat menghadapi keraguan serupa sebelum akhirnya meraih kesuksesan komersial. Saat itu, Markiplier menilai masih ada stigma terhadap kreator YouTube di kalangan sebagian pelaku industri Hollywood yang memandang jalur karier mereka berbeda dari sineas konvensional.

Aktor Mark Duplass menegaskan Kane Parsons benar-benar menyutradarai Backrooms, menepis isu bahwa sutradara muda itu hanya menjadi wajah promosi dalam proyek filmnya.

Baca juga:

Di Indonesia, perhatian publik tidak hanya tertuju pada pencapaian box office film tersebut. Banyak warganet membicarakan kemunculan suara berbahasa Indonesia yang terdengar dalam film, yang ternyata berasal dari rekaman bersejarah milik NASA dalam proyek The Golden Record.

Simak informasi selengkapnya berikut ini. Backrooms mencatat hasil yang sangat besar pada pekan pertama penayangannya di Amerika Utara. Film tersebut berhasil mengumpulkan pendapatan domestik sebesar US$81,4 juta. Secara global, pendapatan film itu mencapai US$118 juta atau sekitar Rp1,9 triliun.

Angka tersebut semakin mencolok karena biaya produksinya disebut kurang dari US$10 juta. Di tengah kesuksesan film tersebut, penonton Indonesia menemukan adanya suara berbahasa Indonesia dalam salah satu adegan. Temuan itu kemudian ramai dibahas di berbagai platform media sosial.

Kehadiran suara tersebut membuat banyak penonton merasa memiliki keterkaitan dengan film itu. Faktor inilah yang turut mendorong meningkatnya perhatian publik Indonesia terhadap Backrooms. Suara yang terdengar dalam film ternyata berasal dari The Golden Record milik NASA.

Piringan fonograf itu dikirim ke luar angkasa melalui misi Voyager pada tahun 1977. The Golden Record berisi berbagai suara dan pesan dari Bumi yang mewakili banyak bahasa dunia. Salah satu rekaman di dalamnya adalah salam dalam bahasa Indonesia yang diucapkan oleh Ilyas Harun.

Baca juga:

Rekaman sapaan bahasa Indonesia yang muncul di Backrooms merupakan rekaman yang sama yang tersimpan dalam The Golden Record. Koleksi suara tersebut telah berada dalam arsip sejarah eksplorasi luar angkasa selama hampir setengah abad.

Setelah puluhan tahun berlalu sejak misi Voyager diluncurkan, rekaman itu kembali terdengar melalui sebuah film layar lebar. Kemunculannya menjadi salah satu detail yang menarik perhatian banyak penonton Indonesia.

Backrooms diadaptasi dari serial horor viral di YouTube yang mulai populer pada 2022. Ceritanya menghadirkan lorong-lorong kosong misterius yang terasa tidak berujung dan menciptakan ketegangan psikologis yang khas.

Kesuksesan film ini membuktikan bahwa kreator muda dari YouTube dapat menciptakan konten yang menarik dan sukses di box office. Namun, isu ghost directing yang muncul menimbulkan pertanyaan tentang keterlibatan sineas muda dalam proses produksi film.

Terlepas dari kontroversi tersebut, Backrooms dan Obsession telah membuktikan diri sebagai film horor yang sukses dan menarik perhatian penonton di seluruh dunia. Kemunculan suara berbahasa Indonesia dalam film juga menambahkan elemen unik dan menarik bagi penonton Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *