PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 06 Juni 2026 | Tim Nasional Putri Indonesia harus mengawali perjuangannya di Garuda Championship Series Juni 2026 dengan hasil kurang memuaskan. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Arcamanik, Bandung, Rabu (3/6) malam, Garuda Pertiwi takluk 0-2 dari Singapura.
Meski tampil agresif dan mendominasi sebagian besar jalannya pertandingan, skuad Indonesia gagal memaksimalkan sejumlah peluang emas yang tercipta. Sebaliknya, Singapura tampil lebih efektif dalam memanfaatkan kesempatan dan berhasil membawa pulang kemenangan penting.
Laga baru berjalan 10 menit ketika Singapura membuka keunggulan melalui Danelle Tan. Tendangan penyerang muda tersebut gagal diantisipasi kiper Indonesia, Alleana Ayu Arumy, sehingga membawa tim tamu unggul 1-0.
Tertinggal satu gol, Indonesia langsung meningkatkan intensitas serangan. Beberapa peluang berhasil diciptakan melalui Emily Julia Frederica Nahon dan Marsela Yuliana Awi. Namun penyelesaian akhir yang belum maksimal membuat skor tak kunjung berubah.
Saat Indonesia berupaya mencari gol penyeimbang, Singapura justru kembali menghukum pertahanan tuan rumah. Pada menit ke-20, Nicole Lim Yanxiu sukses menggandakan keunggulan lewat tendangan voli keras hasil skema serangan cepat yang tak mampu dibendung Alleana Ayu.
Garuda Pertiwi terus berusaha bangkit. Tendangan jarak jauh Rosdilah Siti Nurrohma sempat mengancam gawang Singapura, tetapi kembali mampu diamankan penjaga gawang lawan. Hingga turun minum, Indonesia tertinggal dua gol tanpa balas.
Memasuki babak kedua, Indonesia tampil lebih dominan. Sheva Imut dan rekan-rekannya terus menekan pertahanan Singapura dan menguasai penguasaan bola. Namun disiplin dan solidnya lini belakang tim tamu membuat setiap peluang Indonesia selalu kandas sebelum berbuah gol.
Peluang terbaik Indonesia hadir pada menit ke-84 melalui sundulan Emily Julia setelah memanfaatkan situasi sepak pojok. Sayangnya, bola hanya melintas tipis di sisi kanan gawang Singapura. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 untuk kemenangan Singapura tetap bertahan.
Pelatih Timnas Putri Indonesia, Satoru Mochizuki, mengaku kecewa atas hasil yang diraih pasukannya. Ia bahkan menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung yang hadir memberikan dukungan langsung di stadion.
“Saya ingin meminta maaf dan merasa sangat sedih karena walaupun bermain di kandang sendiri, kami kalah dalam pertandingan hari ini,” kata Satoru Mochizuki selepas pertandingan.
“Para pemain sudah berjuang dengan baik dan bekerja keras. Dengan arahan dari tim pelatih, seharusnya kami bisa membalikkan keadaan,” lanjut Coach Mochi.
Kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah bagi Garuda Pertiwi untuk memperbaiki efektivitas penyelesaian akhir sebelum menjalani pertandingan berikutnya. Meski kalah, permainan Indonesia menunjukkan potensi positif, terutama dalam penguasaan bola dan keberanian menyerang. Namun, ketajaman di depan gawang masih menjadi catatan penting yang harus segera dibenahi jika ingin bersaing di turnamen ini.
Kesimpulan dari pertandingan ini adalah bahwa Timnas Putri Indonesia masih memiliki potensi untuk memperbaiki diri dan bersaing di level yang lebih tinggi. Dengan memperbaiki kelemahan dan meningkatkan ketajaman di depan gawang, Garuda Pertiwi dapat menjadi tim yang lebih kompetitif di masa depan.
