PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 06 Juni 2026 | Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memimpin rapat koordinasi penanganan persampahan serta mitigasi dampak kemarau panjang di wilayah Jawa Barat tahun 2026 di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes AD), Kamis (4/6/2026). Rapat tersebut dihadiri Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani untuk memberikan informasi terkini kepada peserta rapat.
Bupati dan wali kota dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat mengikuti rapat secara langsung. Sementara itu, para komandan distrik militer (Dandim) di wilayah Jawa Barat mengikuti rapat melalui video conference. KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, mengatakan rapat membahas dua agenda penting yang akan dihadapi masyarakat Jawa Barat dalam waktu dekat.
Pertama, ancaman penumpukan sampah karena kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti diperkirakan hanya mampu menampung sampah selama enam bulan lagi. Kedua, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang akibat fenomena El Nino. Jawa Barat menjadi salah satu wilayah yang diperkirakan terdampak El Nino ekstrem atau yang kerap disebut El Nino "Godzilla".
KDM menegaskan langkah antisipasi harus dilakukan secepat mungkin tanpa menunggu bencana terjadi. Karena itu, ia mengajak TNI dan berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama mengantisipasi dampak kemarau panjang serta persoalan sampah. Salah satu langkah yang harus segera dilakukan adalah mendata wilayah yang kerap mengalami kesulitan air saat musim kemarau agar kebutuhan harian masyarakat dan sektor pertanian tetap terpenuhi.
Siapkan mobilisasi air dari sumber air menggunakan mobil tangki. Ini perlu dukungan dan kerja sama dengan TNI dan pengusaha air kemasan. Percepat pembangunan jaringan air bersih dan siapkan toren penampung air di setiap desa langganan kekeringan, harus sudah dimulai agar tidak ada rebutan air. TNI AD bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat kolaborasi dalam penanganan sampah terpadu dan mitigasi dampak kemarau panjang.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Aula Jenderal Besar A.H. Nasution, Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Kamis (4/6/2026). Kasad Maruli menegaskan, persoalan sampah telah menjadi tantangan nasional yang membutuhkan penanganan terpadu dan berkelanjutan. Karena itu, TNI AD siap mendukung berbagai program pemerintah daerah, termasuk pengelolaan sampah dan mitigasi dampak kemarau panjang yang berpotensi menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah.
Permasalahan sampah merupakan isu yang harus ditangani secara bersama-sama. TNI AD siap mendukung berbagai upaya yang dilakukan pemerintah daerah melalui pendekatan kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan. Sejumlah lokasi tempat pemrosesan akhir sampah menjadi perhatian dalam pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar. Beberapa di antaranya berada di Bekasi, Bogor, Bandung Barat, Semarang, dan Denpasar.
Pengembangan teknologi tersebut diharapkan mampu menekan volume sampah sekaligus menghasilkan manfaat ekonomi dan mendukung ketahanan energi. Selain pengelolaan sampah, rapat koordinasi juga membahas langkah antisipasi menghadapi musim kemarau panjang yang diperkirakan berdampak pada sejumlah wilayah. Upaya penyediaan air bersih bagi masyarakat menjadi salah satu langkah yang disiapkan guna mengurangi risiko kekeringan dan gangguan terhadap kebutuhan dasar warga.
Rapat berlangsung secara interaktif dengan membahas berbagai tantangan yang dihadapi daerah, terutama terkait pengelolaan sampah dan ketersediaan air bersih. Berbagai masukan dari kepala daerah menjadi bahan dalam penyusunan langkah lanjutan yang melibatkan pemerintah daerah, TNI AD, dan para pemangku kepentingan terkait.
Penanganan sampah harus menjadi gerakan bersama. Pemerintah terus memperkuat infrastruktur dan kebijakan, tetapi keberhasilannya sangat ditentukan oleh kesadaran masyarakat untuk mengurangi, memilah, dan mengelola sampah sejak dari sumbernya. Kolaborasi menjadi kunci untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Kesimpulan, TNI AD dan Pemprov Jabar bekerja sama untuk mengatasi masalah sampah dan kekeringan di Jawa Barat. Mereka berkolaborasi untuk mengembangkan teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar dan meningkatkan ketersediaan air bersih. Dengan demikian, diharapkan dapat mengurangi dampak kemarau panjang dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat Jawa Barat.
