Hari Lahir Pancasila: Refleksi Sejarah dan Peran Penting dalam Mempertahankan NKRI

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 07 Juni 2026 | Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni merupakan momen penting bagi bangsa Indonesia. Pada hari ini, 77 tahun yang lalu, Ir. Soekarno menyampaikan pidato yang kemudian dikenal sebagai ‘Lahirnya Pancasila’ dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK). Pidato ini menjadi cikal bakal lahirnya dasar negara Indonesia, Pancasila, yang terdiri dari lima sila yang menjadi fondasi bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini juga diiringi dengan berbagai acara dan refleksi. Salah satunya adalah kirab budaya yang digelar di Yogyakarta, yang bertujuan memperkuat nilai persatuan dan mengingatkan kembali akan sejarah perjuangan bangsa. Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, mengajak masyarakat untuk mengikuti kirab budaya ini sebagai bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno, yang juga memperingati hari lahir dan wafatnya Presiden pertama RI, Soekarno.

Baca juga:

Yogyakarta, sebagai ibu kota revolusi pada 1946 hingga 1949, memegang peran penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Tokoh-tokoh seperti Ki Bagus Hadikusumo, BPH Puruboyo, BPH Bintoro, Ki Hadjar Dewantara, dan KH Abdul Kahar Muzakir, semua berasal dari Yogyakarta dan terlibat dalam proses perumusan dasar negara. Warisan sejarah ini menjadi alasan penting untuk terus menumbuhkan pemahaman dan penghayatan terhadap nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.

Di sisi lain, peringatan Hari Lahir Pancasila juga menjadi momen untuk merefleksikan kondisi bangsa saat ini. Dalam khutbah Jumat, dikatakan bahwa mencintai Pancasila bukan sekadar menghafal lima silanya, tetapi mengamalkan nilai-nilainya. Hal ini sejalan dengan pesan yang disampaikan oleh Arumi Bachsin, istri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, yang menekankan pentingnya menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:

Peringatan Hari Lahir Pancasila juga diwarnai dengan kontroversi ketidakhadiran Presiden Joko Widodo dalam upacara peringatan. Menurut ajudan Jokowi, ketidakhadiran ini disebabkan karena tidak adanya undangan resmi. Namun, hal ini menuai komentar bahwa Jokowi sudah dilupakan. Sementara itu, Presiden Prabowo mulai menunjukkan respons positif terhadap suara masyarakat, termasuk dengan pencopotan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana yang telah menjadi sorotan publik.

Dalam menyambut Hari Lahir Pancasila, kita diingatkan kembali akan pentingnya mempertahankan NKRI dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Dengan memahami sejarah dan peran penting Pancasila, kita dapat memperkuat kesadaran dan komitmen untuk menjaga keutuhan bangsa. Hal ini sejalan dengan harapan untuk memperkuat nilai persatuan dan mengingatkan kembali akan sejarah perjuangan bangsa, sehingga kita dapat terus maju sebagai bangsa yang kuat dan bersatu.

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *