PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 13 April 2026 | Tim tenis putri Indonesia mengukir prestasi bersejarah pada awal April 2026 dengan mengamankan tiket ke babak playoff Billie Jean King Cup (sebelumnya Fed Cup). Keberhasilan ini didorong oleh penampilan gemilang Janice Tjen, pemain muda yang kini menjadi wajah baru tenis tanah air. Pada turnamen grup I zona Asia/Oseania yang digelar di The Delhi Lawn Tennis Association (DLTA) School of Tennis, New Delhi, Indonesia menutup fase grup dengan rekor empat kemenangan dan satu kekalahan, mengalahkan lawan-lawan seperti Selandia Baru, Mongolia, India, dan Korea Selatan.
Meski berbagi catatan kemenangan dan kekalahan yang sama dengan Thailand, Indonesia harus puas berada di peringkat kedua karena kalah head‑to‑head pada pertemuan terakhir. Namun, dua tim terbaik dari grup ini tetap berhak melaju ke playoff, sehingga Indonesia berhasil menembus fase yang belum pernah dicapai sejak 2004. Babak playoff dijadwalkan pada 20‑22 November 2026 dan akan mempertemukan skuad Merah Putih dengan salah satu tim yang tersingkir dari kualifikasi, termasuk negara‑negara kuat seperti Australia, Kanada, atau Jepang.
Janice Tjen menjadi sorotan utama setelah menjuarai partai penting melawan pemain Thailand, Anchisa Chanta, dengan skor 6‑2, 6‑4. Kemenangan tersebut menyamakan kedudukan tim Indonesia setelah rekan setimnya, Priska Madelyn Nugroho, terpaksa pensiun pada set pertama karena cedera. Janice, yang sebelumnya menembus final Sao Paulo Open 2025, menunjukkan ketenangan dan teknik solid, meski sempat merasakan rasa sakit pada tumit di set kedua.
Selain kontribusi Janice, tim Indonesia terdiri dari Priska Madelyn Nugroho, Anjali Kirana Junarto, Meydiana Laviola Reinnamah, dan Aldila Sutjiadi. Pasangan ganda Aldila Sutjiadi‑Janice Tjen juga menorehkan catatan impresif pada Asian Games 2022, merebut medali emas melawan pasangan Chinese Taipei. Kepemimpinan kapten tim Christopher Rungkat, yang juga kapten tim putra, menjadi faktor kunci dalam strategi dan motivasi pemain.
Berikut ringkasan hasil grup I Asia/Oseania:
| Negara | Menang | Kalah | Partai Menang | Partai Kalah |
|---|---|---|---|---|
| Thailand* | 4 | 1 | 10 | 5 |
| Indonesia | 4 | 1 | 11 | 4 |
| India* | 3 | 2 | 9 | 6 |
| Korea Selatan | 3 | 2 | 11 | 4 |
| New Zealand | 1 | 4 | 4 | 11 |
| Mongolia | 0 | 5 | 0 | 15 |
Catatan di atas menegaskan bahwa Indonesia memiliki rasio partai menang‑kalah terbaik di antara pesaingnya, meski berakhir di posisi runner‑up. Keberhasilan ini tidak lepas dari konsistensi pemain tunggal dan ganda, serta dukungan teknis pelatih dan staf medis.
Keberhasilan tim putri Indonesia ini menandai kembalinya Indonesia ke level tertinggi kompetisi tim tenis wanita dunia setelah hampir dua dekade. Terakhir kali Indonesia tampil di kasta tertinggi adalah pada 1994, saat turnamen masih dikenal sebagai Federation Cup. Dengan semangat yang tinggi, tim Merah Putih menatap peluang untuk melaju ke babak kualifikasi Billie Jean King Cup 2027, yang akan membuka pintu bagi generasi pemain muda Indonesia untuk bersaing di panggung global.
Para pengamat menilai bahwa pencapaian ini akan meningkatkan popularitas tenis di tanah air, memicu peningkatan investasi pada fasilitas latihan, serta memberikan inspirasi bagi anak‑anak muda, terutama perempuan, untuk menekuni olahraga ini. Janice Tjen, yang kini menjadi simbol kebangkitan tenis Indonesia, diproyeksikan akan terus mengisi agenda WTA dan mewakili negara di turnamen‑turnamen bergengsi.
Dengan dukungan pemerintah, sponsor, dan basis penggemar yang terus berkembang, harapan besar menanti tim tenis putri Indonesia menjelang playoff November mendatang. Jika berhasil melaju lebih jauh, Indonesia tidak hanya akan menorehkan sejarah baru, tetapi juga memperkuat posisi Asia dalam peta tenis dunia.
