Presiden Prabowo Subianto: Diplomasi Mahal dan Pengaruhnya terhadap Investasi

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 10 Juni 2026 | Presiden Prabowo Subianto telah melakukan lebih dari 50 kunjungan ke luar negeri dalam waktu kurang dari dua tahun sejak menjabat. Hal ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan kritikus mengenai biaya yang dikeluarkan untuk kunjungan-kunjungan tersebut. Salah satu kritikus yang vokal adalah Dino Patti Djalal, pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dan mantan Wakil Menteri Luar Negeri.

Dino Patti Djalal telah mempertanyakan frekuensi kunjungan Presiden Prabowo ke luar negeri dan mengusulkan alternatif seperti telekonferensi atau mengirimkan Menteri Luar Negeri untuk mewakili Presiden dalam beberapa kesempatan. Ia juga memperkirakan bahwa Presiden Prabowo telah menghabiskan sekitar satu dari enam hari di luar negeri sejak menjabat.

Baca juga:

Menanggapi kritik tersebut, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk kunjungan-kunjungan tersebut telah dibawa kembali melalui investasi yang diperoleh. Ia menyebutkan bahwa total investasi yang diperoleh dalam 1,5 tahun terakhir mencapai Rp 2.430 triliun, berdasarkan data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Namun, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan bahwa investasi perlu dibedakan menjadi dua macam, yaitu Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Ia juga mempertanyakan validitas angka yang disampaikan oleh Teddy Indra Wijaya.

Baca juga:

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto juga telah menerima surat kepercayaan dari delapan duta besar negara sahabat di Istana Merdeka, Jakarta. Duta besar tersebut berasal dari Sri Lanka, Filipina, Korea Selatan, Ceko, Palestina, Yunani, Lebanon, dan lain-lain.

Kunjungan Presiden Prabowo ke luar negeri dan investasi yang diperoleh telah menjadi topik perdebatan yang hangat di kalangan masyarakat dan kritikus. Sementara itu, Timothy Astandu, seorang warga Indonesia, telah berhasil mengunjungi 197 negara dan wilayah di dunia, menjadikannya orang pertama yang menggunakan paspor Indonesia untuk melakukan prestasi tersebut.

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *