PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 13 April 2026 | Rory McIlroy mengukir sejarah baru pada akhir pekan 12 April 2026 dengan mengalahkan lapangan elit dunia golf di Augusta National dan menjadi hanya pemain keempat dalam sejarah yang berhasil mempertahankan gelar Masters. Dengan total -12 di bawah par, McIlroy mengalahkan Scottie Scheffler satu pukul, sekaligus menambah koleksi majornya menjadi enam, termasuk dua gelar Masters berturut‑turut.
Turnamen dimulai dengan harapan tinggi setelah McIlroy mencatat putaran pertama 65, menempatkan dirinya di puncak klasemen dengan selisih enam pukul dari kompetitor terdekat. Namun, pada hari kedua ia harus berhadapan dengan kondisi lapangan yang lebih lunak, yang menurut Scheffler mengubah tantangan pada pukulan pendek. Meskipun demikian, McIllon tetap konsisten, menutup hari kedua dengan total -6.
Pada hari ketiga, Cameron Young yang memulai dengan posisi terdepan selama sebagian waktu, menekan McIllon dengan selisih dua pukul. Young bahkan memimpin lagi di pertengahan ronde keempat, namun tidak mampu mempertahankan keunggulan pada lubang terakhir. Justin Rose sempat menempati posisi kedua pada dua titik berbeda, tetapi juga terhenti di belakang.
McIllon menutup putaran keempat dengan skor 71, menurunkan totalnya menjadi -12. Keunggulan tipis tersebut menjadi cukup untuk menahan tekanan dari Scheffler yang mencatat 70 pada hari terakhir, serta Young yang selesai di -10. Kemenangan ini menjadikan McIllon bergabung dalam klub eksklusif bersama Jack Nicklaus (1965‑66), Nick Faldo (1989‑90), dan Tiger Woods (2001‑02) yang berhasil memenangkan Masters secara beruntun.
Selain prestasi di lapangan, McIllon mencetak rekor hadiah terbesar dalam sejarah turnamen mayor dengan uang tunai $4,5 juta, mengalahkan $2,43 juta yang diterima Scheffler sebagai runner‑up. Penghargaan finansial ini setara dengan pemenang Players Championship, menandai peningkatan signifikan dalam nilai hadiah golf profesional.
Momennya di luar lapangan tidak kalah mengharukan. Setelah turun dari green, McIllon langsung berlari ke tepi lapangan untuk memeluk istri, Erica Stoll, dan putrinya yang berusia empat tahun, Poppy. Pasangan ini baru kembali bersama setelah proses perceraian yang dibatalkan pada Mei 2024, dan kedekatan mereka tampak kuat di mata penonton. Tidak lama kemudian, McIllon memeluk orang tuanya, Rosie dan Gerry, yang pertama kali menyaksikan kemenangan Mastersnya pada 2014. Kedatangan mereka ke Augusta menambah kehangatan emosional, bahkan komentator legendaris Jim Nantz tak dapat menahan air mata saat menyaksikan reuni keluarga itu.
Dalam pernyataan pasca kemenangan, McIllon menegaskan tekadnya untuk terus menambah prestasi. “Tahun lalu, saya berpikir Grand Slam Karier adalah garis finish, namun saya salah. Kemenangan ini hanyalah bagian dari perjalanan. Masih banyak hal yang ingin saya capai,” ujarnya. Ia menambahkan rasa terima kasih kepada sponsor, relawan, serta penonton yang memberikan dukungan luar biasa selama turnamen.
Statistik turnamen menampilkan beberapa data menarik. McIllon mencatat 31 fairway yang berhasil di‑hit, terbanyak di antara para juara Masters dalam sejarah, meski angka ini menandakan tantangan yang dihadapi. Persentase greens in regulationnya mencapai 72%, sementara persentase fairway hit hanya 46%, menunjukkan kombinasi akurasi dan ketelitian dalam mengelola risiko. Di sisi lain, Scheffler mencatat putaran buruk pada hari Jumat dengan skor 74, yang menjadi faktor utama mengurangi jarak antara dia dan McIllon.
Berita ini menutup babak yang menegangkan, namun membuka lembaran baru bagi McIllon. Dengan dua gelar Masters, ia semakin dekat menyusul tiga pemain legendaris yang pernah memenangkan setiap gelar mayor setidaknya dua kali. Satu kemenangan lagi di US Open atau Open Championship akan menempatkannya dalam deretan elit bersama Tiger Woods, Jack Nicklaus, dan Gary Player.
Secara keseluruhan, Masters 2026 tidak hanya menjadi panggung prestasi teknis dan kompetitif, melainkan juga arena drama pribadi yang menghubungkan generasi. Keberhasilan McIllon menegaskan kemampuan mentalnya di bawah tekanan, sekaligus menyoroti pentingnya dukungan keluarga dalam mencapai puncak karier.
