PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 11 Juni 2026 | Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa nasionalisme merupakan fondasi utama dalam membangun kekuatan ekonomi nasional. Hal ini disampaikan dalam sambutan pada Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Bandar Lampung, Rabu, 10 Juni 2026.
Prabowo menilai HIPMI memiliki peran strategis karena lahir dari semangat nasionalisme yang menjadi dasar kemajuan sebuah bangsa. Ia menekankan bahwa kemajuan ekonomi nasional tidak dapat dipisahkan dari kontribusi para pelaku usaha sebagai pencipta lapangan kerja, penggerak investasi, dan motor pertumbuhan ekonomi.
Menurut Prabowo, para pengusaha Indonesia memiliki banyak dosa di masa lalu, namun ia mengatakan bahwa dosa-dosa tersebut bisa ditutup dan yang terpenting adalah para pengusaha bisa menjalankan manajemen perusahaan dengan baik dan tidak melanggar hukum di masa depan.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) subsidi. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tengah membuat arah kebijakan pengelolaan ekonomi negara yang berorientasi pada kepentingan rakyat serta negara.
Ketua Umum HIPMI Jember Holand Sanjaya menilai arahan Presiden menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi para pengusaha muda. Ia menegaskan bahwa tantangan yang ada perlu dihadapi dengan keberanian, inovasi, dan kemampuan beradaptasi.
Dalam acara Munas XVIII HIPMI, Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan pentingnya nasionalisme dalam pertumbuhan ekonomi. Ia mengutip pandangan sosiolog Liah Greenfeld, mengenai hubungan nasionalisme dan pertumbuhan ekonomi dalam buku bertajuk The Spirit of Capitalism: Nationalism and Economic Growth (2001).
Prabowo menegaskan bahwa berbagai negara yang berhasil mencapai kemajuan ekonomi menunjukkan kuatnya peran nasionalisme dalam pembangunan mereka. Ia mencontohkan Jepang, Amerika, Eropa Barat, dan Tiongkok yang maju karena nasionalisme.
Sebagai kesimpulan, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa nasionalisme merupakan kunci kemajuan ekonomi nasional. Ia mengajak para pengusaha muda untuk memiliki daya juang tinggi, berani menghadapi tantangan, dan mampu beradaptasi dengan perubahan ekonomi global.
