PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 11 Juni 2026 | Puasa Daud merupakan salah satu bentuk ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Puasa ini dilakukan dengan pola selang-seling, yaitu satu hari berpuasa dan satu hari tidak berpuasa. Pola ini diulang secara konsisten dan merupakan contoh dari kebiasaan Nabi Daud AS.
Keutamaan puasa Daud dijelaskan dalam beberapa hadits. Rasulullah SAW menyebut puasa ini sebagai puasa yang paling dicintai Allah SWT karena dilakukan secara seimbang dan konsisten. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda: “Puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Daud. Ia berpuasa sehari dan berbuka sehari.”
Puasa Daud diawali dengan niat yang tulus karena Allah SWT. Niat ini dapat dibaca sejak malam hari setelah Magrib hingga sebelum terbit fajar. Berikut niat puasa Daud yang bisa dibaca malam hari: نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى (Nawaitu shauma Dauda sunnatan lillahi ta’ala), yang artinya: “Saya niat puasa Daud sunnah karena Allah SWT.”
Tata cara menjalankan puasa Daud adalah dengan berpuasa secara selang-seling. Misalnya, jika berpuasa hari ini, maka keesokan harinya tidak berpuasa, lalu berpuasa kembali pada hari berikutnya. Selain itu, penting untuk membaca niat, makan sahur, menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, dan menyegerakan berbuka.
Keutamaan dan manfaat puasa Daud antara lain: menjadi puasa yang paling dicintai Allah SWT, melatih konsistensi dalam beribadah, membantu mengendalikan hawa nafsu, dan memberikan manfaat bagi kesehatan. Dengan demikian, puasa Daud merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dan memiliki banyak keutamaan.
Dalam menjalankan puasa Daud, penting untuk memahami aturan dan keutamaannya agar ibadah yang dilakukan sesuai tuntunan syariat. Dengan ketulusan dan konsistensi, puasa Daud dapat menjadi salah satu bentuk ibadah yang sangat bermanfaat bagi umat Islam.
