OJK Fokus Bangun Fondasi Kuat Bagi Reformasi Sektor Perasuransian dan Digitalisasi Data Peternak Sapi Perah

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 13 Juni 2026 | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan International Labour Organization (ILO) meluncurkan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dan program akses keuangan inklusif di Jawa Timur untuk meningkatkan akses pembiayaan bagi peternak sapi perah.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Adi Budiarso, mengatakan program ini hadir untuk mengatasi hambatan akses pembiayaan yang selama ini dihadapi peternak akibat keterbatasan data usaha, sekaligus mendorong digitalisasi dan penguatan ekosistem peternakan sapi perah yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Baca juga:

Di sisi lain, OJK juga fokus membangun fondasi kuat bagi reformasi sektor perasuransian nasional. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menegaskan lembaganya fokus membangun fondasi yang kuat bagi reformasi sektor perasuransian.

Upaya tersebut dilakukan melalui empat pilar utama, yaitu penguatan permodalan dan pendalaman pasar, penguatan tata kelola dan manajemen risiko, penguatan ekosistem industri, serta penyelarasan dengan standar dan best practices internasional.

Sementara itu, PT Pegadaian dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menjalin kerja sama melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), sebagai tanda bahwa Pegadaian secara resmi bergabung sebagai Pemegang Rekening KSEI.

Baca juga:

Kesepakatan ini juga menandai tonggak sejarah baru ekonomi nasional terkait penerapan Electronic Gold Receipt (EGR) dan Exchange Traded Fund (ETF) Emas pada semester II tahun 2026 di pasar modal Indonesia.

Penandatanganan perjanjian kerja sama strategis ini turut dihadiri dan disaksikan oleh para pemangku kepentingan utama di sektor keuangan, yaitu Kepala Departemen Perizinan Kelembagaan dan Profesi Pelaku Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ridwan, Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan KSEI, serta perwakilan asosiasi pasar modal Indonesia.

Industri kripto juga terus meningkat, dengan jumlah investor aset kripto nasional per April 2026 mencapai 21,7 juta pengguna. Pelaku industri menilai peningkatan literasi menjadi faktor penting agar perkembangan pasar aset digital dapat berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.

Baca juga:

Dalam beberapa waktu terakhir, OJK juga melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi dana corporate social responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI) dan OJK. Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Heri Gunawan, bersama istrinya, Kartini Buchari, kompak tidak menghadiri panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait kasus tersebut.

Kesimpulan, OJK terus berupaya membangun fondasi kuat bagi reformasi sektor perasuransian nasional dan digitalisasi data peternak sapi perah, serta meningkatkan literasi industri kripto. Namun, masih ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, seperti kasus dugaan korupsi dana CSR BI dan OJK.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *