PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 16 Juni 2026 | Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan evaluasi terkait jumlah penerima manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN pun membuka peluang untuk mencoret siswa di tingkat sekolah menengah atas (SMA) dari daftar penerima MBG.
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengatakan langkah pengurangan jumlah penerima MBG ini dilakukan agar intervensi gizi yang dilakukan pemerintah dapat mencapai sasaran yang lebih spesifik dan efektif. “Tujuannya bagaimana supaya indikator tujuan intervensi gizi ini tercapai tetapi penerima manfaatnya lebih fokus,” ucap Agustina.
Dalam konteks lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka peluang untuk kembali melakukan impor minyak mentah (crude) dari kawasan Timur Tengah usai kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Kendati Selat Hormuz telah dibuka, Bahlil menegaskan bahwa Indonesia masih menghormati kontrak impor minyak dan gas bumi (migas) jangka panjang dengan negara-negara lain. “Tapi kalau harganya lebih kompetitif, maka tidak menutup kemungkinan juga untuk kita coba membuka akses pasar di Middle East,” ujar Bahlil.
Sementara itu, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman bilang bahwa Indonesia masih sangat terbuka bagi kontrak baru impor migas. Termasuk dari negara-negara di Timur Tengah pasca pelayaran di Selat Hormuz kembali terbuka.
Peristiwa ini menarik karena mempengaruhi kebijakan energi dan gizi di Indonesia. Kita perlu memantau perkembangan ini untuk memahami dampaknya pada masyarakat dan perekonomian.
Kesimpulan dari evaluasi MBG dan potensi impor minyak dari Timur Tengah adalah bahwa pemerintah berusaha untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas program-programnya. Dengan demikian, diharapkan bahwa kebijakan-kebijakan ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
