Pagar Besi Jembatan Ancol Hilang, Dugaan Pencurian Picu Kekhawatiran Warga Jakarta Utara

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 13 April 2026 | Petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengonfirmasi bahwa sejumlah pagar besi pada jembatan penyeberangan pejalan kaki di kawasan Ancol, Jakarta Utara, dilaporkan hilang pada akhir pekan lalu. Insiden ini menimbulkan keprihatinan di kalangan warga setempat yang menganggap keamanan infrastruktur publik semakin terancam.

Menurut saksi mata, pada malam Minggu sekitar pukul 22.00, sekelompok orang yang tidak dikenal terlihat menggunakan alat berat ringan untuk memotong dan mengangkut bagian pagar besi yang mengelilingi jembatan. Proses pencurian diperkirakan memakan waktu kurang lebih satu jam, sebelum para pelaku menghilang ke arah area parkir yang berada di sebelah timur jembatan.

Baca juga:

Warga sekitar, terutama penghuni kompleks perumahan di Jalan Danau Sunter Selatan, melaporkan rasa cemas karena kehilangan pagar tersebut mengurangi perlindungan fisik bagi pejalan kaki, terutama anak-anak dan lansia. “Kami biasanya mengandalkan pagar itu sebagai penghalang agar tidak terjatuh ke tepi sungai, tiba-tiba saja menghilang, kami takut ada yang terjatuh,” ujar Budi Hartono, ketua RT setempat.

Pihak kepolisian setempat telah membuka penyelidikan dengan nomor kasus 2026/067/PNJ. Tim penyidik melakukan pengamanan lokasi, mengumpulkan rekaman CCTV dari beberapa titik strategis, serta memeriksa jejak fisik di area sekitar. Hingga saat ini, belum ada identitas pelaku yang terdeteksi, namun petugas mencurigai aksi pencurian berskala kecil namun terorganisir.

Berikut rangkaian tindakan yang telah diambil oleh otoritas terkait:

Baca juga:
  • Pengamanan sementara dengan memasang pagar darurat berbahan kawat galvanis.
  • Pengumpulan bukti CCTV dari gedung perkantoran dan area komersial di sekitar Ancol.
  • Penyuluhan kepada warga mengenai pentingnya melaporkan aktivitas mencurigakan.
  • Koordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk mempercepat proses penggantian pagar besi yang hilang.

Selain itu, Dinas Perhubungan menegaskan bahwa pemasangan kembali pagar besi akan dipercepat, mengingat jembatan tersebut merupakan salah satu titik lintas pejalan kaki utama yang menghubungkan kawasan wisata Ancol dengan perumahan di sebelah barat. Rencana pengadaan material baru diperkirakan memakan waktu dua minggu, dengan estimasi selesai pada pertengahan Mei 2026.

Kasus ini juga memicu perdebatan publik mengenai keamanan infrastruktur publik di wilayah perkotaan. Beberapa ahli keamanan kota mengingatkan bahwa pencurian material konstruksi bukan hal baru, namun semakin sering terjadi akibat tingginya permintaan logam bekas di pasar gelap.

Dr. Ahmad Syarif, dosen Fakultas Teknik Sipil Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa pencurian bahan konstruksi dapat menimbulkan risiko struktural yang signifikan jika tidak segera ditangani. “Penggantian material yang tepat dan inspeksi menyeluruh sangat penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut,” tegasnya.

Baca juga:

Warga Ancol berharap agar pihak berwenang dapat menuntaskan kasus ini dengan cepat, sekaligus meningkatkan pengawasan pada area publik. “Kami ingin merasa aman ketika berjalan di jembatan itu, terutama pada malam hari,” tutup Ibu Siti, seorang ibu rumah tangga yang rutin melewati jembatan tersebut.

Dengan upaya kolaboratif antara kepolisian, Dinas Perhubungan, dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan keamanan jembatan Ancol dapat dipulihkan serta mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *