PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 19 Juni 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak sideways cenderung menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (18/6/2026). Saham-saham sektor perbankan, energi, komoditas, dan properti masih berpeluang menjadi motor penggerak IHSG apabila arus dana asing kembali masuk.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama dengan harian Bisnis Indonesia ini ditutup turun 2% pada level 429,28. Dari 27 konstituen, terdapat 10 saham yang dibuka naik ke zona hijau, satu saham stagnan, dan 16 saham lainnya parkir di zona merah.
Emiten telko PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menjadi salah satu emiten dengan pelemahan terdalam hari ini pada indeks Bisnis-27. Saham TLKM turun 5,08% ke level Rp2.780 per saham pada perdagangan hari ini.
Kemudian saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga melemah 3,90% ke level Rp2.960 hari ini, disusul oleh saham Grup Djarum, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang turun 3,19% ke level Rp6.075 per saham hari ini.
Emiten lainnya yang juga ditutup melemah dalam indeks ini adalah ADRO turun 3% ke level Rp2.260, dan saham AMRT yang turun 2,46% ke level Rp1.390 per saham.
Sementara itu, saham yang menguat dalam indeks ini adalah saham Grup Bakrie DEWA yang naik 6,70% ke level Rp382, saham MBMA menguat 3,88% ke level Rp535, dan saham INCO yang naik 2,71% ke level Rp5.125 per saham.
IHSG merosot di sesi I dengan penurunan 1,06 persen ke level 6.154 pada perdagangan sesi pertama, 18 Juni 2026. Tekanan jual mendominasi pasar akibat pengaruh sentimen global mengenai kebijakan suku bunga The Fed terhadap arus modal.
Saham sektor infrastruktur mengalami pelemahan terdalam, sementara sektor bahan baku mencatatkan penguatan paling signifikan di bursa domestik.
Nilai transaksi pada sesi pertama mencapai Rp 10,03 triliun dengan volume perdagangan 13,45 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1.039.521 kali.
Pelemahan IHSG terjadi meski sejumlah saham berbasis komoditas dan energi masih mencatatkan penguatan. Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menjadi bintang di indeks LQ45 dengan kenaikan 5,86 persen ke level Rp2.890 per saham.
Sebaliknya, saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menjadi top loser LQ45 setelah anjlok 7,77 persen ke level Rp2.730. Pelemahan TLKM turut membebani pergerakan IHSG pada sesi pertama.
Dari sisi sektoral, sektor bahan baku atau basic materials menjadi sektor dengan penguatan terbesar yakni 0,65 persen. Sementara sektor infrastruktur menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 2,03 persen.
Pergerakan pasar domestik juga sejalan dengan mayoritas bursa Asia yang bergerak bervariasi. Indeks Hang Seng Hong Kong melemah 1,70 persen dan Shanghai Composite turun 0,37 persen. Namun, Nikkei 225 Jepang masih mampu menguat 1,78 persen.
Phintraco Sekuritas sebelumnya menilai pasar masih mencermati sejumlah sentimen global, termasuk hasil pertemuan Federal Reserve (The Fed) serta perkembangan kebijakan suku bunga yang mempengaruhi arus modal ke pasar negara berkembang.
ADRO dan beberapa saham lainnya berpotensi mengalami pergerakan signifikan pada perdagangan hari ini. Saham BBRI berpotensi bergerak di kisaran Rp3.200 — Rp3.300 atau naik 6%–11%. Dari segi fundamental, BBRI menjadi pemimpin sektor UMKM dengan kualitas aset yang tetap solid.
Kemudian laba dan dividen konsisten tumbuh. Valuasi masih relatif menarik dibanding rata-rata historis. Saham ini juga menjadi incaran investor institusi saat sektor perbankan rebound.
Didukung volume transaksi meningkat seiring perbaikan sentimen pasar. Namun ada risiko sensitif terhadap foreign outflow dan berpotensi terkena aksi ambil untung.
BBCA merupakan bank swasta terbesar dengan kualitas kredit terbaik, CASA tinggi dan profitabilitas stabil, dan fundamental defensif di tengah volatilitas pasar. Potensi pergerakan saham ini di kisaran Rp6.600 — Rp6.800 atau naik 5%–9%.
Didukung saham ini menjadi salah satu saham unggulan yang direkomendasikan analis pada momentum rebound. Namun ada risiko upside cenderung lebih terbatas dibanding saham beta tinggi dan rentan profit taking setelah reli.
Kesimpulan, IHSG diperkirakan mengalami penguatan pada perdagangan hari ini, dengan beberapa saham seperti ADRO, BBRI, dan BBCA berpotensi mengalami pergerakan signifikan. Namun, perlu diingat bahwa pasar saham selalu berfluktuasi dan risiko koreksi jangka pendek tetap perlu diperhatikan.
