PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 19 April 2026 | Pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak, kembali menegaskan posisi Persib Bandung dalam persaingan ketat BRI Super League 2025/2026. Setelah berhasil meraih kemenangan tipis melawan Bali United, tim Maung Bandung harus menyiapkan diri menghadapi lawan berikutnya, Dewa United, di Banten International Stadium pada pekan ke-28. Bojan mengaku bahwa kemenangan atas Bali United tidak datang dengan mudah; pemainnya harus berjuang keras dan menahan tekanan selama 90 menit penuh.
“Kami menang dengan susah payah, karena Bali United bermain agresif dan tidak memberi ruang bagi kami untuk berkreasi,” ujar Bojan dalam konferensi pers di Serang, Banten, pada Minggu (19/4/2026). Ia menambahkan, “Kemenangan ini menjadi motivasi penting, namun kami tidak boleh lengah. Selanjutnya, Dewa United merupakan tim yang sangat terorganisir dan memiliki kualitas pemain yang cukup tinggi.”
Persib saat ini memimpin klasemen sementara dengan 64 poin dari 27 pertandingan, unggul satu poin dari Borneo FC dan enam poin dari Persija Jakarta. Meskipun berada di puncak, Bojan menegaskan bahwa jarak tipis tersebut menambah beban mental pada skuad. “Kami masih harus berjuang, karena satu poin saja bisa mengubah posisi kami di akhir musim,” jelasnya.
Berikut adalah posisi lima besar klasemen sementara BRI Super League 2025/2026:
- Persib Bandung – 64 poin (27 laga)
- Borneo FC – 63 poin (27 laga)
- Persija Jakarta – 58 poin (27 laga)
- Dewa United – 55 poin (27 laga)
- Arema FC – 52 poin (27 laga)
Selain faktor poin, Bojan mengingatkan pentingnya konsistensi performa. Ia menyoroti absennya bek andalan Patricio Matricardi yang harus menjalani skorsing karena kartu merah pada laga sebelumnya. “Kehilangan Matricardi memang terasa, tetapi kami memiliki banyak pemain yang siap mengisi peran tersebut,” kata Bojan, menambah kepercayaan diri pada pemain-pemain muda seperti Beckham Putra dan Thom Haye.
Dalam menyiapkan diri menghadapi Dewa United, Bojan menekankan pentingnya fokus penuh selama 90 menit. “Tidak ada pemain yang dapat kami abaikan. Dewa United memiliki lima atau enam pemain berkualitas yang dapat mengubah jalannya pertandingan kapan saja,” ujarnya. Ia juga menegaskan taktik defensif yang disiplin dan transisi cepat menjadi kunci utama.
Persib memang sedang berada dalam situasi yang menuntut mental kuat. Bojan mengakui bahwa musim ini merupakan tantangan terberat dalam tiga tahun terakhir. “Dua musim lalu kami butuh 64 poin untuk mengunci gelar. Tahun ini, 64 poin belum cukup untuk memastikan juara,” katanya. Ia menambahkan, “Kami masih memiliki enam laga lagi, sehingga setiap poin sangat berharga.”
Selain Dewa United, jadwal sisa musim Persib mencakup pertandingan melawan Arema FC, Bhayangkara FC, PSIM Yogyakarta, Persija Jakarta, PSM Makassar, dan Persijap Jepara. Bojan menolak pendapat bahwa jadwal Persib lebih mudah dibandingkan rival. “Semua tim di liga ini bisa mengalahkan satu sama lain. Bahkan tim di papan bawah seperti PSBS Biak memiliki potensi mengganggu performa kami,” ujarnya.
Di sisi lain, Bojan juga memperhatikan perkembangan rival di papan atas. Borneo FC dan Persija Jakarta masing-masing meraih kemenangan pada pekan ke-28, memperkecil jarak antara mereka dan Persib. “Kemenangan lawan menjadi motivasi bagi kami, tetapi trofi belum dapat dipastikan pada pekan ini,” tegas Bojan.
Dengan tekanan kompetisi yang semakin tinggi, Bojan menekankan pentingnya kebersamaan tim. “Kami harus kompak, disiplin, dan bermain dengan semangat juara. Setiap laga harus dihadapi satu per satu,” tuturnya. Ia menutup dengan harapan bahwa Persib dapat terus menambah poin dan menjaga posisi puncak hingga akhir musim.
Jika Persib berhasil mengamankan tiga poin melawan Dewa United, peluang mereka mengamankan gelar semakin besar. Namun, Bojan mengingatkan bahwa dalam sepak bola, apapun dapat terjadi hingga menit terakhir. “Kami siap menghadapi segala tantangan, dan kami yakin dengan kerja keras serta dukungan suporter, kami dapat menjuarai BRI Super League,” pungkasnya.
