PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 20 Juni 2026 | Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 3,1 terjadi di wilayah Halmahera Barat, Maluku Utara, pada Sabtu (20/6/2026) pukul 21:19 WIT. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berpusat di laut dengan kedalaman 23 kilometer. Pusat gempa berada di titik koordinat 2.04 lintang utara, 126.94 bujur timur, yang berjarak 105 km timur laut dari Halmahera Barat.
Sementara itu, BMKG juga melaporkan gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 3,6 di wilayah Daruba, Maluku Utara, pada Sabtu (20/6/2026). Gempa tersebut terjadi pada pukul 17:38:26 WIB atau 19:38:26 WIT, dengan titik gempa berada di 3.71 Lintang Utara, 128.78 Bujur Timur, yang berjarak sekitar 192 kilometer timur laut Daruba.
Di wilayah lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat penanganan empat kubangan yang terbentuk akibat gempa bumi di wilayah Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. BNPB menyatakan bahwa kubangan tersebut berpotensi menyebabkan banjir bandang di Nokilalaki jika tidak segera diatasi.
BMKG juga mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem untuk wilayah Sumatera Utara, dengan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di daratan, serta gelombang tinggi di perairan. Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Selain itu, BMKG juga memprakirakan bahwa sebagian wilayah Sumatera Utara berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Minggu (21/6). Hujan tersebut dapat disertai petir dan angin kencang, khususnya di wilayah Sumatera Utara bagian selatan, lereng timur, dan pantai timur.
Di Nusa Tenggara Timur (NTT), BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Kupang mengeluarkan imbauan terkait dinamika atmosfer yang terjadi di wilayah NTT hingga 25 Juni 2026. Meski sebagian besar wilayah NTT telah memasuki musim kemarau, warga diharapkan tetap memperhatikan potensi angin kencang yang kering dan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kondisi suhu udara yang cukup rendah pada malam hingga dini hari juga dilaporkan terjadi di NTT, dengan kisaran suhu udara berada di angka 13 hingga 33 derajat Celsius. Potensi hujan ringan hingga sedang masih membayangi sejumlah wilayah di NTT, dipicu oleh aktifnya Gelombang Kelvin dan Madden-Julian Oscillation (MJO), serta kelembapan udara yang masih terpantau cukup tinggi.
Kesimpulan, gempa bumi dan potensi cuaca ekstrem terus menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pemerintah. Penting untuk selalu memantau informasi cuaca dan gempa bumi dari sumber resmi, serta mengambil langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi risiko bencana.
