PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 21 Juni 2026 | Sekolah bukan sekadar gedung tempat transfer ilmu pengetahuan, melainkan laboratorium sosial tempat siswa belajar berinteraksi, beradaptasi, dan menempa karakter. Di dalamnya, terjadi dinamika kompleks yang melibatkan siswa, guru, staf, hingga orang tua murid. Oleh karena itu, kepala sekolah hadir sebagai poros utama yang menghubungkan seluruh elemen.
Menurut Agustina Arumsari, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), posisi Dewan Pengarah nantinya akan diisi oleh orang yang paham atau ahli di bidang gizi dan kesehatan masyarakat (kesmas). Dewan Pengarah akan memberikan masukan terkait pemenuhan gizi dan kesehatan masyarakat.
Di sisi lain, Komisi V DPRD NTB akan mendengarkan masukan dari semua pihak terkait Raperda Sumbangan Pendidikan. Ketua Komisi V DPRD NTB, Lalu Sudiartawan menyebutkan bahwa pihaknya akan mengundang sejumlah pihak untuk menggali masukan dan pendapatnya, salah satunya adalah para Kepala Sekolah SMA/SMK di NTB.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pihak yang berkepentingan mendapat ruang untuk menyampaikan pandangan sebelum pembahasan Raperda tersebut dilanjutkan ke tahapan berikutnya. Masukan dan pendapat dari kepala sekolah dinilai penting untuk memperkaya materi Raperda tersebut.
Seorang pemimpin sekolah yang ideal harus memiliki kesadaran diri yang tinggi, tahu kelebihan dan kekurangannya, serta mampu mengelola emosi dalam situasi tekanan. Ia juga harus memiliki empati, kemampuan untuk merasakan apa yang dirasakan oleh bawahannya.
Kepala sekolah juga perlu mendorong guru-guru untuk terus belajar dan beradaptasi dengan metode pengajaran yang relevan, seperti project-based learning, gamifikasi, atau pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pembelajaran. Namun di sisi lain, ia juga harus melindungi siswa dari dampak negatif teknologi, seperti kecanduan gawai, perundungan siber, atau kecemasan sosial yang meningkat.
Kesimpulan, peran kepala sekolah sangat penting dalam membangun sekolah yang ideal. Ia harus memiliki kesadaran diri yang tinggi, empati, dan kemampuan untuk mengelola emosi dalam situasi tekanan. Selain itu, kepala sekolah juga perlu mendorong guru-guru untuk terus belajar dan beradaptasi dengan metode pengajaran yang relevan, serta melindungi siswa dari dampak negatif teknologi.
