BGN Gelar 31 Kontrak EO Senilai Rp113 Miliar, Kepala Dadan Hindayana Jelaskan Alasan Strategis

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 13 April 2026 | Jakarta, 13 April 2026 – Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan anggaran sekitar Rp113 miliar untuk menyewa jasa event organizer (EO) dalam 31 paket kegiatan. Penggunaan dana tersebut menimbulkan pertanyaan publik, namun Kepala BGN, Dadan Hindayana, memberikan penjelasan komprehensif mengenai urgensi dan manfaat kontrak EO dalam fase awal pembentukan lembaga.

Menurut Dadan Hindayana, BGN masih berada pada tahap pembangunan sistem, struktur organisasi, serta tata kelola operasional. Karena belum memiliki sumber daya internal yang lengkap, lembaga ini memerlukan dukungan pihak profesional untuk menyelenggarakan program berskala nasional, seperti kampanye publik, sosialisasi gizi, dan bimbingan teknis (Bimtek) bagi penjamah makanan.

Berikut beberapa poin utama yang dijabarkan dalam keterangan resmi Dadan pada 12 April 2026:

  • Kebutuhan Keahlian Khusus – EO memiliki tim yang terampil dalam perencanaan, koordinasi vendor, pengelolaan teknis lapangan, serta mitigasi risiko operasional. Keahlian tersebut belum sepenuhnya dimiliki BGN pada tahap awal.
  • Standarisasi dan Profesionalisme – Menggunakan EO memastikan setiap acara terlaksana secara terstandar, tepat waktu, dan profesional, sehingga pesan gizi nasional dapat dikemas secara menarik dan berdampak luas.
  • Efisiensi Administratif – Dengan melibatkan pihak ketiga, proses pengadaan barang dan jasa, pembayaran vendor, serta pelaporan dapat dikelola secara terpusat. Hal ini memudahkan audit, pengawasan, dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
  • Penghematan Waktu – Membentuk tim internal memerlukan waktu, biaya pelatihan, dan rekrutmen yang tidak instan. EO berperan sebagai jembatan (bridging) agar program dapat segera dijalankan tanpa mengorbankan kualitas.

Rincian 31 paket EO mencakup beragam jenis layanan, mulai dari persiapan logistik acara berskala besar, produksi materi kampanye, hingga manajemen risiko kesehatan pada event makanan. Masing‑masing paket dirancang untuk mendukung program strategis BGN, termasuk distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di daerah‑daerah yang membutuhkan, serta pelatihan keamanan pangan bagi penjamah makanan.

Dalam praktiknya, EO tidak hanya bertindak sebagai pelaksana teknis, melainkan juga sebagai mitra strategis yang memberikan masukan terkait perencanaan kegiatan, strategi komunikasi, pengelolaan audiens, serta optimalisasi anggaran. Dadan menekankan bahwa semua pengeluaran, termasuk penggunaan jasa EO, dilakukan melalui mekanisme yang sesuai dengan peraturan perundang‑undangan dan terbuka untuk pengawasan lembaga internal maupun eksternal.

Sejumlah pejabat BGN menyiapkan paket MBG sebelum distribusi kepada penerima manfaat di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Ternate, Maluku Utara, pada akhir Februari 2026. Kegiatan tersebut, yang dikelola EO, menegaskan peran penting penyedia layanan dalam memastikan kelancaran operasional lapangan.

Penggunaan anggaran sebesar Rp113 miliar untuk EO menjadi sorotan publik karena besarnya nilai tersebut. Namun, Dadan Hindayana menegaskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan strategis dan bukan sekadar pilihan administratif. Ia menambahkan bahwa BGN berkomitmen pada transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan pada regulasi pengadaan negara.

Seluruh 31 paket EO diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program gizi nasional, memperkuat komunikasi publik, serta mempercepat pencapaian target strategis BGN dalam waktu singkat. Dengan dukungan profesional dari EO, BGN dapat menyalurkan bantuan gizi kepada masyarakat lebih cepat, meningkatkan kesadaran gizi, dan menurunkan tingkat malnutrisi di wilayah prioritas.

Ke depan, BGN berencana melakukan evaluasi menyeluruh atas kinerja masing‑masing EO, termasuk penilaian kualitas layanan, kepatuhan kontrak, dan dampak program terhadap penerima manfaat. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi acuan bagi perencanaan anggaran berikutnya dan memastikan penggunaan dana publik tetap optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *