PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 23 Juni 2026 | Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 DKI Jakarta menjadi momen refleksi bagi seniman Betawi, Mandra. Di tengah gegap gempita perayaan ibu kota, bintang Si Doel Anak Sekolahan itu menyuarakan harapan agar budaya Betawi tetap menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri dan tidak tergerus oleh derasnya arus budaya asing.
Mandra berharap warisan budaya asli Jakarta tetap mendapat tempat istimewa di tengah perkembangan zaman. Ia mengaku selalu memiliki harapan yang sama setiap kali berbicara mengenai budaya Betawi. Baginya, budaya yang menjadi identitas masyarakat Jakarta itu harus terus berkembang dan dicintai oleh generasi muda.
Menurut Mandra, kesalahan penyebutan tanjidor yang dikenal luas saat ini justru berawal dari sinetron legendaris Si Doel Anak Sekolahan yang dia bintangi. Ia menjelaskan bahwa kata yang benar sebenarnya adalah tanji, sementara kata dor yang selama ini melekat di belakangnya punya arti tersendiri.
Mandra juga mengaku bangga melihat perkembangan seni budaya Betawi yang kini semakin diminati generasi muda. Menurutnya, kesenian yang dahulu identik dengan kalangan orang tua kini, justru banyak digeluti anak-anak muda dengan kemampuan yang semakin mumpuni.
Ia melihat, banyak anak muda yang mampu mengembangkan seni tradisional dengan cara yang lebih kreatif dan terampil. Mandra menilai, regenerasi pelaku seni menjadi kabar baik bagi keberlangsungan budaya Betawi di tengah perkembangan zaman.
Di sisi lain, Peradi SAI Jakarta Timur bersama Kementerian Hukum (Kemenkum) mendorong penguatan layanan Pos Bantuan Hukum (Posbankum) hingga tingkat kelurahan. Inisiatif ini mengemuka di tengah momentum HUT ke-499 Jakarta yang memasuki fase transisi menuju pusat ekonomi nasional dan kota global.
Ketua Umum DPN Peradi SAI, Harry Ponto, menyampaikan pandangannya terkait integritas profesi. Ia ingin advokat Peradi SAI itu keren, dalam arti profesional, punya integritas, dan kompeten. Jika kita profesional, masyarakat akan tahu siapa advokat Peradi SAI.
Dalam rangka meningkatkan akses bantuan hukum, Kemenkum dan Peradi SAI berupaya memperluas jaringan Pos Bantuan Hukum hingga ke tingkat kelurahan. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan akses bantuan hukum dan informasi terkait hukum.
Dalam kesimpulan, Mandra dan Peradi SAI Jakarta Timur sama-sama memiliki harapan besar untuk kemajuan budaya Betawi dan akses bantuan hukum di Jakarta. Mandra berharap budaya Betawi dapat terus berkembang dan dicintai oleh generasi muda, sementara Peradi SAI Jakarta Timur berupaya memperluas akses bantuan hukum hingga ke tingkat kelurahan.
