PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 23 Juni 2026 | Timnas Tunisia mengalami kekalahan telak 0-4 dari Jepang di Piala Dunia 2026, membuat mereka tersingkir dari turnamen. Hasil ini menjadi kekalahan kedua Tunisia setelah sebelumnya kalah 1-5 dari Swedia. Bek senior Tunisia, Ali Abdi, menangis usai pertandingan dan mengkritik federasi sepak bola Tunisia karena terlalu banyak perubahan dan persiapan minim.
Abdi menyatakan bahwa Tunisia tidak memiliki waktu untuk bekerja dan membangun tim nasional yang kompetitif. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada para suporter Tunisia atas hasil buruk timnya. Kekalahan telak ini membuat Tunisia menjadi tim keempat dalam sejarah Piala Dunia yang kalah beruntun dengan selisih minimal empat gol.
Yunani pada Piala Dunia 1994 juga mengalami dua kekalahan beruntun dengan skor identik 0-4 dari Argentina dan Bulgaria. Korea Selatan pada 1954 serta Bolivia pada 1930 sama-sama menelan dua kekalahan besar beruntun, masing-masing dengan selisih empat gol atau lebih di fase grup.
Tunisia memulai Piala Dunia 2026 dengan melawan Swedia di Monterrey Stadium, Meksiko, pada 14 Juni. Mereka menyambut ajang ini dengan sangat percaya diri karena penampilan selama kualifikasi yang begitu meyakinkan. Namun, kekalahan telak dari Swedia dan Jepang membuat harapan mereka melangkah jauh pupus lebih awal.
Sementara itu, mantan Ketua KPU Sumsel Amrah Muslimin SE, MSi, mengaku masih menjagokan tim nasional Belanda di Piala Dunia 2026. Ia menyatakan bahwa Belanda memiliki permainan menarik dan mengedepankan total football. Belanda memimpin klasemen Grup F dengan total empat poin saat ini dan akan berhadapan dengan Tunisia pada Jumat, 26 Juni.
Kekalahan telak Tunisia dari Jepang dan Swedia membuat mereka menjadi tim keempat dalam sejarah Piala Dunia yang kalah beruntun dengan selisih minimal empat gol. Ini menjadi catatan buruk bagi tim nasional Tunisia dan membuat mereka harus melakukan evaluasi dan perbaikan untuk meningkatkan performa di turnamen-turnamen mendatang.
