Festival Perahu Naga: Mengenal Budaya dan Sejarah di Balik Lomba Perahu Naga

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 23 Juni 2026 | Festival Perahu Naga, juga dikenal sebagai Festival Duanwu, merupakan salah satu festival tradisional China yang paling penting dan telah dirayakan selama lebih dari 2.000 tahun. Festival ini dirayakan pada hari kelima di bulan kelima dalam kalender lunar, yang jatuh pada tanggal 19 Juni tahun ini.

Di China, festival ini dikenal sebagai hari untuk memperingati kesetiaan dan keberanian Qu Yuan, seorang penyair dan negarawan yang hidup pada abad ke-3 SM. Menurut legenda, Qu Yuan melompat ke sungai untuk mengungkapkan kesedihannya atas kejatuhan negaranya.

Baca juga:

Festival Perahu Naga bukan hanya tentang lomba perahu naga, tetapi juga tentang tradisi dan budaya. Di China, festival ini dikenal sebagai hari untuk memperingati kesetiaan dan keberanian Qu Yuan. Selain itu, festival ini juga dikenal sebagai hari untuk mempromosikan keselarasan dan keharmonisan dalam masyarakat.

Di Asia-Pasifik, festival ini dirayakan dengan berbagai kegiatan, termasuk lomba perahu naga, pembuatan zongzi (bacang), dan pertunjukan seni dan budaya. Di Hong Kong, festival ini dirayakan dengan lomba perahu naga yang diikuti oleh tim-tim dari seluruh dunia.

Di Indonesia, festival ini juga dirayakan dengan antusias. Di Cirebon, misalnya, festival ini dirayakan dengan kirab Festival Kepatihan, yang diikuti oleh kereta Paksi Naga Liman dan pasukan keraton.

Baca juga:

Menurut Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran, kehadiran Kereta Paksi Naga Liman dalam Festival Kepatihan merupakan bentuk dukungan Keraton Kanoman terhadap pelestarian budaya di Kota Cirebon.

Festival Perahu Naga merupakan salah satu contoh kekayaan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Asia-Pasifik. Festival ini bukan hanya tentang lomba perahu naga, tetapi juga tentang tradisi, budaya, dan keselarasan dalam masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, festival ini telah menjadi semakin populer di seluruh dunia. Di China, festival ini dikenal sebagai hari libur nasional, dan banyak orang yang mengambil cuti untuk merayakan festival ini.

Baca juga:

Festival Perahu Naga juga memiliki dampak positif pada perekonomian. Di China, festival ini telah menjadi sumber pendapatan yang signifikan, terutama dari pariwisata dan penjualan zongzi (bacang).

Di akhir festival, kita dapat melihat bahwa Festival Perahu Naga bukan hanya tentang lomba perahu naga, tetapi juga tentang tradisi, budaya, dan keselarasan dalam masyarakat. Festival ini merupakan salah satu contoh kekayaan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Asia-Pasifik, dan patut dipertahankan dan dilestarikan untuk generasi mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *