PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 25 Juni 2026 | Belakangan ini, Indonesia dilanda banjir di beberapa daerah, termasuk Surabaya, Demak, Klungkung, dan Aceh Timur. Banjir ini tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga berdampak pada kehidupan sehari-hari masyarakat.
Di Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi memastikan bahwa tidak ada banjir seperti dua hari sebelumnya, meskipun hujan turun di beberapa wilayah. Ia menyebut bahwa hujan tidak hanya mengguyur Surabaya, tetapi juga di Sidoarjo hingga Gresik. Pemkot Surabaya meningkatkan kesiapsiagaan di lapangan dengan menyiagakan mobil Pemadam Kebakaran (PMK) di titik-titik rawan untuk mempercepat penanganan jika terjadi hambatan aliran air atau sumbatan drainase.
Sementara itu, di Demak, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Demak berencana menambah kuota calon murid baru untuk dua Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kecamatan Sayung akibat wilayahnya terdampak banjir rob. Dua sekolah yang dipastikan akan mendapatkan kuota tambahan tersebut adalah SD Negeri Sidogemah 2 dan SD Negeri Jetaksari.
Di Klungkung, Bali, Sungai Candigara di Desa Kampung Kusamba, Kecamatan Dawan, mulai dikeruk untuk menanggulangi pendangkalan. Kondisi sungai yang dangkal kerap mengakibatkan air meluap saat musim hujan. Pengerukan dilakukan secara bertahap untuk mencegah banjir yang kerap merendam pemukiman warga.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengeluarkan peringatan potensi banjir pesisir atau banjir rob yang berpeluang terjadi di sejumlah wilayah pesisir Indonesia pada periode 24 Juni hingga 7 Juli 2026. Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan karena fenomena ini dapat mengganggu berbagai aktivitas di sekitar pantai dan pelabuhan.
Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas membangun kembali SD Negeri Teumpeun, Kecamatan Pereulak Barat, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, yang rusak akibat banjir besar pada tahun 2025. Peletakan batu pertama, ditandai dimulainya pembangunan sekolah yang rusak pascabanjir itu, dilakukan Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, dan Ketua TP-PKK, Ny Lismawani Iskandar Al-Farlaky.
Dalam menghadapi banjir, peran pemerintah dan masyarakat sangat penting. Pemerintah harus meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan penanganan yang cepat dan efektif, sedangkan masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dan melakukan persiapan untuk menghadapi banjir.
Kesimpulan, banjir yang melanda beberapa daerah di Indonesia merupakan peringatan bagi kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan persiapan untuk menghadapi bencana alam. Dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, kita dapat mengurangi dampak banjir dan membangun kembali daerah yang terkena dampak.
