PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 26 Juni 2026 | Dunia internasional kembali berduka dengan meninggalnya mantan Presiden Timor Leste, Francisco Guterres, atau lebih dikenal dengan julukan ‘Lu-Olo’. Ia meninggal dunia pada usia 71 tahun saat menjalani perawatan medis di Malaysia. Berita duka ini telah disampaikan oleh berbagai negara, termasuk Singapura, Vietnam, dan India, yang menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Timor Leste.
Francisco Guterres merupakan tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan Timor Leste dari Indonesia. Ia menjabat sebagai Presiden Timor Leste dari tahun 2017 hingga 2022. Selama masa jabatannya, Guterres berperan penting dalam memperkuat lembaga demokrasi dan mempromosikan kesatuan nasional.
Pemerintah Singapura, melalui Presiden Tharman Shanmugaratnam dan Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Guterres. Mereka mengingat jasa dan dedikasi Guterres terhadap Timor Leste, serta perannya dalam memperkuat hubungan bilateral antara Singapura dan Timor Leste.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Vietnam, To Lam, juga menyampaikan belasungkawa kepada Presiden Timor Leste, José Ramos-Horta. Vietnam dan Timor Leste memiliki hubungan yang erat, terutama dalam kerja sama bilateral dan regional.
Pemerintah India, melalui Kementerian Luar Negeri, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Guterres. India mengingat kontribusi Guterres dalam memperkuat hubungan India-Timor Leste, terutama dalam bidang ekonomi dan kerja sama teknis.
Timor Leste telah menetapkan masa berkabung nasional selama satu pekan untuk menghormati almarhum Guterres. Bendera setengah tiang dikibarkan di gedung-gedung pemerintahan dan kedutaan besar Timor Leste di luar negeri sebagai tanda belasungkawa.
Meninggalnya Francisco Guterres merupakan kehilangan besar bagi Timor Leste dan masyarakat internasional. Ia akan dikenang sebagai tokoh yang berdedikasi dan berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan Timor Leste.
