Ibu Angkat Ammar Zoni Angkat Zeda Salim Sebagai Calon Menantu Sempurna, Sementara Ammar Dituduh Bodoh

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 20 April 2026 | Jakarta, 20 April 2026 – Keluarga selebriti Indonesia kembali menjadi sorotan publik setelah ibu angkat Ammar Zoni, mantan suami Irish Bella, secara terbuka menyatakan Zeda Salim sebagai calon menantu yang sempurna. Pernyataan tersebut muncul di tengah serangkaian kontroversi yang melibatkan Ammar Zoni, termasuk tuduhan penggunaan narkoba dan kecaman dari sang ibu yang menyebut putranya “bodoh” karena tindakan yang dianggap menodai nama baik keluarga.

Zeda Salim, yang kini kembali menapaki karier sebagai presenter dan aktivis, baru-baru ini mengumumkan perubahan penampilan dengan sesekali melepas hijab demi tuntutan pekerjaan. Keputusan itu menuai perdebatan di media sosial, namun Zeda menegaskan bahwa ia tetap berpegang pada prinsip berhijab dan hanya menyesuaikan penampilan bila diperlukan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi serta tanggung jawab sebagai ibu tunggal. Dalam sebuah unggahan Instagram, ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut didorong oleh keharusan menafkahi anak dan orang tuanya yang sudah lanjut usia.

Baca juga:

Sementara itu, hubungan Zeda dengan Ammar Zoni sempat memanas sejak Januari 2025. Zeda mengaku menghentikan relasi setelah merasa dikecewakan oleh Ammar, yang pada saat itu meminta hal sensitif yang tak dapat dipenuhi. Konflik tersebut berlanjut ketika Ammar kembali terjerat kasus narkoba di Rutan Salemba pada April 2026, melibatkan lima tersangka lainnya. Ibu angkatnya, yang telah lama menjadi figur pendukung moral bagi Ammar, mengkritik keras tindakan putranya, menyebutnya “bodoh” karena mengulangi kesalahan yang sama.

Meski begitu, ibu angkat tersebut tidak menutup pintu bagi Zeda Salim. Dalam sebuah wawancara eksklusif, ia memuji karakter Zeda, menyoroti ketangguhan dan sikap mandiri sang ibu tunggal. “Zeda Salim menunjukkan keberanian luar biasa dalam menghadapi trauma KDRT, perjuangan melawan narkoba, dan tantangan menjadi single parent. Saya melihatnya sebagai calon menantu yang dapat memberikan ketenangan dan kebahagiaan bagi keluarga,” ujar sang ibu dengan nada hangat.

Berita tentang pujian ini menyebar cepat, menimbulkan reaksi beragam di kalangan netizen. Sebagian memuji keputusan sang ibu yang memberikan ruang bagi Zeda, sementara yang lain menilai terlalu memihak mengingat sejarah kontroversial Ammar. Di sisi lain, Zeda sendiri menanggapi komentar publik dengan sikap tenang, menegaskan bahwa ia tidak mengharapkan popularitas dari situasi ini, melainkan fokus pada pemulihan diri dan kesejahteraan anaknya.

Baca juga:

Berbagai peristiwa yang melibatkan Zeda Salim dalam beberapa bulan terakhir menambah lapisan kompleks pada kisahnya. Pada 19 April 2026, Zeda mengungkapkan bahwa ia kembali ke dunia hiburan sebagai presenter, sekaligus membuka hijab pada kesempatan tertentu. Sebelumnya, pada 17 April 2026, ia mengisahkan perjuangannya melawan trauma kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan pelecehan seksual, yang sempat membuatnya harus dirawat di rumah sakit jiwa. Pada 14 Oktober 2025, ia mengumumkan penurunan berat badan sebesar 25 kilogram sebagai bagian dari proses self‑love dan pemulihan mental.

Keputusan Zeda untuk tetap menjaga identitas hijab, meski sesekali dilepas, mencerminkan dilema yang dihadapi banyak perempuan karier di Indonesia. Dalam sebuah klarifikasi yang diunggah di Instagram pada 19 April 2026, Zeda menjelaskan, “Saya masih berhijab, namun kadang harus lepas karena tuntutan pekerjaan. Saya berusaha menyeimbangkan antara kebutuhan ekonomi, tanggung jawab keluarga, dan keimanan.” Pernyataan tersebut mendapat dukungan hangat dari para pengikutnya, yang mengirimkan pakaian muslim sebagai bentuk solidaritas.

Sementara Zeda berusaha menata kembali hidupnya, Ammar Zoni tampak berada di titik terendah. Kasus narkoba terbaru memperparah citra publiknya, dan kritik keras dari ibunya menambah tekanan. Pernyataan ibu angkat yang menyebut Ammar “bodoh” mencerminkan kekecewaan mendalam atas pilihan hidup sang anak, sekaligus harapan agar ia dapat memperbaiki diri.

Baca juga:

Secara keseluruhan, drama keluarga ini menyoroti dinamika hubungan antara selebriti, media, dan nilai-nilai sosial di Indonesia. Zeda Salim berhasil memanfaatkan sorotan publik untuk menyuarakan perjuangan pribadi, sementara Ammar Zoni berjuang mengatasi stigma dan kritik dari lingkungan terdekatnya. Ibu angkatnya, dengan sikap tegas namun penuh harapan, menjadi simbol harapan bahwa perubahan positif masih memungkinkan, asalkan semua pihak bersedia belajar dari kesalahan.

Kisah ini menjadi contoh nyata bagaimana kehidupan pribadi selebriti dapat mempengaruhi persepsi publik, serta menggarisbawahi pentingnya dukungan keluarga dalam proses pemulihan mental dan sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *