PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 28 Juni 2026 | Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, meletus tiga kali selama enam jam, Minggu (28/6/2026) mulai pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB. Letusan tersebut mengeluarkan asap setinggi 500 meter hingga 1 kilometer berwarna putih tebal-kelabu condong ke arah selatan, tenggara, dan barat laut.
Menurut Mukdas Sofian, petugas Pos Pantau Gunung Semeru, asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah dan berawan, dan angin bertiup lemah ke arah barat daya. Letusan dalam aktivitas gunung berapi ini berdurasi rata-rata 75 hingga 203 detik, dengan embusan beramplitudo sejauh 6 milimeter.
Petugas mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak, serta menghindari radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Gunung Semeru masih berada pada status Siaga (Level III). Masyarakat di sekitar kawasan Merapi diminta terus memantau informasi resmi dan tidak melakukan aktivitas di wilayah yang berpotensi terdampak erupsi maupun awan panas guguran.
Sementara itu, Gunung Lewotobi Laki-Laki di Nusa Tenggara Timur juga meletus beberapa kali pada Ahad, dengan letusan terbesar diperhatikan pada 10.16 pagi waktu tempatan, yang menghasilkan kepulan abu setinggi kira-kira 900 meter.
Insiden ricuh antara petugas ticketing dan pemandu wisata di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pada Sabtu (27/6) dini hari juga terjadi. Insiden ini bermula dari adu mulut karena perbedaan jumlah tiket dengan wisatawan yang dibawa pemandu wisata.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengungkapkan bahwa insiden dugaan kekerasan itu berawal dari pemeriksaan dan verifikasi data pengunjung yang memasuki kawasan TNBTS oleh petugas.
Dalam proses tersebut, beberapa tiket masuk yang dibawa oleh sejumlah pelaku jasa wisata yang belum sesuai dengan jumlah pengunjung yang akan masuk kawasan TNBTS. Perbedaan jumlah wisatawan yang terdata itulah yang akhirnya memunculkan adu mulut antara petugas dan pemandu wisata.
Kericuhan tersebut akhirnya mereda, dan aktivitas pelayanan di pintu masuk kembali berjalan normal. Namun, pada pagi harinya, kericuhan susulan yang melibatkan sejumlah pelaku jasa wisata yang mendatangi area pintu masuk terjadi.
Petugas bersama unsur pengamanan segera melakukan langkah-langkah pengendalian situasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan memastikan pelayanan kepada pengunjung tetap berlangsung.
Gunung Semeru dan Gunung Lewotobi Laki-Laki masih dalam pemantauan ketat, dan masyarakat di sekitar kawasan tersebut diminta untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang.
