IHSG Anjlok 4,55%, Asing Kabur Rp3,43 Triliun: Apa yang Terjadi di Balik Pelemahan Saham?

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 29 Juni 2026 | Pasar modal Indonesia mengalami tekanan cukup besar sepanjang pekan terakhir Juni 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi hingga 4,55% ke level 5.896,13, sekaligus meninggalkan level psikologis 6.000. Pelemahan tersebut diikuti aksi jual bersih (net sell) investor asing senilai Rp3,43 triliun.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), kapitalisasi pasar turun 4,51% menjadi Rp10.302 triliun dari Rp10.788 triliun pada pekan sebelumnya. Rata-rata nilai transaksi harian juga turun 29,13% menjadi Rp17,58 triliun, sedangkan rata-rata volume perdagangan harian merosot 26,01% menjadi 25,18 miliar saham.

Baca juga:

Saham PT Bhakti Agung Propertindo Tbk (BHAT) menjadi emiten dengan kenaikan tertinggi setelah melonjak 60% dari Rp1.300 menjadi Rp2.080 per saham. Posisi berikutnya ditempati PT Pradiksi Gunatama Tbk (PTPW) yang naik 42,71%, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) 34,23%, PT Rukun Raharja Tbk (RGAS) 28,48%, dan PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS) 27,74%.

Sebaliknya, saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menjadi emiten dengan penurunan terdalam setelah terkoreksi 25,45% menjadi Rp1.040 per saham. Disusul PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang turun 24,55%, PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) 23,13%, PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) 21,59%, dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) sebesar 21,21%.

Peristiwa ini menarik perhatian pelaku usaha, investor, hingga masyarakat luas. Tekanan di pasar keuangan, kebijakan fiskal pemerintah, hingga agenda strategis nasional menjadi sorotan utama dalam dinamika ekonomi pekan ini.

Baca juga:

Di tengah kondisi likuiditas perbankan yang mulai mengetat, pemerintah mengambil langkah intervensi melalui penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp400 triliun ke bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Pasar saham Indonesia juga dipengaruhi oleh kondisi global. Bursa saham Amerika Serikat juga ditutup bervariasi dengan kecenderungan melemah. Indeks Dow Jones turun tipis 0,09%, S&P 500 terkoreksi 0,05%, sementara Nasdaq melemah 0,24%.

Kondisi tersebut turut diikuti pelemahan ETF Indonesia (EIDO) sebesar 0,59%, sementara indeks MSCI Indonesia bergerak relatif stabil dengan penurunan tipis 0,07%.

Baca juga:

Dalam kesimpulan, pelemahan IHSG dan aksi jual bersih investor asing menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia masih menghadapi tantangan. Namun, dengan langkah intervensi pemerintah dan perbaikan kondisi global, diharapkan pasar saham dapat kembali pulih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *