Gempa Bumi di Sulteng: Pemkab Sigi Pastikan Huntara Segera Dihuni Warga Terdampak

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 30 Juni 2026 | Pemerintah Kabupaten Sigi memastikan masa tanggap darurat bencana gempa bumi akan berakhir pada 30 Juni 2026. Selanjutnya, penanganan bencana akan memasuki masa transisi menuju rehabilitasi dan rekonstruksi dengan fokus pada pemulihan layanan dasar serta percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak.

Wakil Bupati Sigi yang juga Komandan Satgas Penanganan Bencana Gempa Kabupaten Sigi, Samuel Yansen Pongi, menyampaikan bahwa pemerintah masih melakukan finalisasi data kerusakan rumah yang telah melalui proses verifikasi berjenjang mulai dari tingkat desa hingga kecamatan.

Baca juga:

Data tersebut masih membuka ruang sanggahan apabila ditemukan ketidaksesuaian di lapangan. Jika masih ada sanggahan dari masyarakat, data tersebut akan dikembalikan kepada tim perumahan dan permukiman untuk dilakukan asesmen ulang. Yang menentukan kategori kerusakan adalah tim teknis yang memiliki keahlian.

Berdasarkan hasil asesmen terbaru, jumlah rumah dengan kategori rusak berat mengalami penurunan setelah dilakukan pemeriksaan ulang oleh tim teknis. Dari sebelumnya tercatat 281 unit, kini menjadi 258 unit.

BMKG juga mencatat puluhan gempa bumi terjadi di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Gorontalo sepanjang 30 Juni 2026. Sebagian besar gempa berpusat di wilayah timur laut Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dengan magnitudo berkisar 1,0 hingga 3,4. Gempa terbesar bermagnitudo 4,1 terjadi di 83 kilometer selatan Pohuwato, Gorontalo, pada pukul 05.27 WIB.

Baca juga:

BMKG mengingatkan bahwa informasi awal gempa bumi mengutamakan kecepatan. Masyarakat diimbau tetap waspada tanpa panik dan memantau informasi terkini dari sumber resmi.

Sementara itu, ahli dari IABI Daryono mengungkapkan bahwa gas radon tidak bisa diandalkan sebagai alat pendeteksi dini gempa bumi. Menurutnya, meski menjanjikan secara teoretis, ketergantungan pada satu parameter ini masih menyimpan banyak kelemahan fundamental.

Gas radon memiliki waktu paruh yang sangat singkat, yaitu hanya sekitar 3,8 hari saja. Selain itu, sifat alami gas radon juga menjadi batasan serius. Radon memiliki waktu paruh yang sangat singkat, sehingga sulit untuk mendeteksi perubahan konsentrasi gas tersebut sebelum gempa terjadi.

Baca juga:

Pemerintah Kabupaten Sigi berharap bahwa dengan percepatan pembangunan huntara, warga terdampak dapat segera mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman. Pemerintah juga berharap bahwa dengan pemulihan layanan dasar, kegiatan ekonomi dan sosial dapat segera berjalan normal kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *