Agam Rinjani Ditolak Datang ke Gunung Rinjani: Polemik dan Pembelaan

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 01 Juli 2026 | Abdul Haris Agam, atau yang lebih dikenal sebagai Agam Rinjani, kembali menjadi sorotan publik setelah rencana kunjungannya ke Gunung Rinjani bersama konten kreator Panji Petualang untuk memperingati satu tahun evakuasi pendaki asal Brasil, Juliana Marins, mendapat penolakan dari Forum Wisata Lingkar Rinjani.

Penolakan ini disuarakan karena Agam Rinjani dianggap belum menyelesaikan beberapa komitmen yang terkait dengan pengelolaan dana donasi untuk evakuasi Juliana Marins. Ketua Forum Wisata Lingkar Rinjani, Royal Sembahulun, menyatakan bahwa rencana pembuatan video tersebut dinilai tidak tepat dan berpotensi membuka kembali polemik lama di kalangan masyarakat sekitar kawasan.

Mustiadi dari Edelweis Medical Help Center membela Agam Rinjani dengan menekankan bahwa Agam harus difokuskan pada program penghijauan yang dijanjikannya. Mustiadi juga menyoroti bahwa Agam Rinjani telah menjadi sorotan karena penolakan ini, bukan hanya karena aksi kemanusiaannya di masa lalu.

Sementara itu, Panji Petualang meminta maaf secara terbuka karena mengaku tidak memahami sensitivitas penggunaan istilah "Pawang Rinjani" dalam kontennya. Ia memilih mundur dari kolaborasi dengan Agam Rinjani untuk menghindari polemik lebih lanjut.

Agam Rinjani sendiri terpantau tetap aktif membagikan rekam jejak kegiatannya di media sosial, termasuk penerimaan penghargaan dari Kemenhut serta aksi relawan bencana di Aceh. Namun, polemik ini menunjukkan bahwa popularitas dan aksi heroik seseorang bisa dengan cepat berubah menjadi kontroversi jika tidak diimbangi dengan tanggung jawab dan transparansi.

Kasus Agam Rinjani ini juga mengingatkan kita tentang pentingnya menghormati nilai budaya dan adat dalam pembuatan konten publik, serta pentingnya mempertahankan integritas dan konsistensi dalam berkontribusi pada masyarakat.

Dalam kesimpulan, polemik penolakan Agam Rinjani datang ke Gunung Rinjani menunjukkan kompleksitas isu yang terlibat dalam konten kreator dan figur publik, serta perlunya kesadaran dan tanggung jawab dalam menggunakan platform media sosial untuk membangun citra dan menyampaikan pesan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *