Dian Swastatika Sentosa: Saham Penopang dan Penekan IHSG Semester I/2026

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 02 Juli 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan semester I/2026 di level 5.643,19 atau merosot 34,74% secara year-to-date (YTD) hingga 30 Juni 2026. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA) menjadi kontributor terbesar terhadap IHSG sepanjang tahun ini dengan sumbangan 51,39 poin setelah harga sahamnya melesat 50,86% secara YTD.

Di sisi lain, tekanan terhadap IHSG justru datang dari saham-saham berkapitalisasi besar. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) menjadi penekan terbesar indeks dengan kontribusi negatif 286,57 poin seiring anjloknya harga saham hingga 80,32% secara YTD.

Baca juga:

Investor asing masih terus membawa dananya dari pasar saham Indonesia hingga perdagangan sesi I, Senin, 29 Juni 2026. Aksi jual ini sejalan dengan kinerja IHSG yang ambruk pada sesi I. DSSA menjadi saham yang paling banyak dikoleksi asing dengan pembelian bersih mencapai 59,86 juta saham.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Rabu, (1/7/2026). IHSG hari ini akan menguji 5.472-5.540. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya? IHSG anjlok 3,05% menjadi 5.643, dan masih didominasi oleh tekanan jual pada perdagangan saham Selasa, 30 Juni 2026.

Baca juga:

Analisis teknikal menunjukkan bahwa IHSG saat ini membentuk bagian awal dari wave [iv] dari wave 3. IHSG akan berada di level support 5.486,5.317 dan level resistane 6.007,6.286 pada perdagangan saham Rabu pekan ini.

PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) sebagai rekomendasi saham hari ini. Sedangkan Herditya memilih saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT Elnusa Tbk. (ELSA), dan PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA).

Baca juga:

Kesimpulan, kinerja IHSG cenderung melemah pada semester I/2026. Namun, sejumlah saham masih mampu menopang laju indeks, seperti PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO), hingga PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI). Investor asing masih terus membawa dananya dari pasar saham Indonesia hingga perdagangan sesi I, Senin, 29 Juni 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *