PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 21 April 2026 | Thomas Cup 2026 akan digelar pada 24 April hingga 3 Mei 2026 di Horsens, Denmark. Turnamen beregu paling bergengsi ini kembali menampilkan 16 tim terbaik dunia, termasuk tuan rumah yang kini harus menata strategi baru setelah kepergian legenda Viktor Axelsen.
Kepergian Axelsen, yang pensiun pekan lalu karena rangkaian cedera, meninggalkan kekosongan besar di lini tunggal pertama Denmark. Sebagai tulang punggung kemenangan Denmark pada Thomas Cup 2016, Axelsen menjadi figur sentral dalam setiap skema tim. Tanpa kehadirannya, harapan Denmark kini beralih kepada pemain peringkat dunia ketiga, Anders Antonsen, yang diproyeksikan akan mengisi posisi tunggal teratas.
Antonsen memang memiliki profil yang menakutkan. Dengan gaya permainan agresif, smash yang tajam, dan mobilitas yang cepat, ia telah menorehkan serangkaian kemenangan melawan pemain-pemain papan atas. Namun, promosi Antonsen ke posisi nomor satu menimbulkan kekhawatiran baru di posisi tunggal kedua dan ketiga, yang kini diisi oleh Rasmus Gemke, Magnus Johannesen, dan Ditley Jaeger Holm. Kedalaman skuad menjadi sorotan, terutama karena Denmark berada di Grup C yang digadang-gadang sebagai “grup maut”.
- Anders Antonsen – tunggal putra utama (peringkat dunia #3)
- Rasmus Gemke – tunggal putra kedua
- Magnus Johannesen – tunggal putra ketiga
- Ditley Jaeger Holm – pemain ganda putra (bersama pasangan ganda)
Grup C mempertemukan Denmark dengan Korea Selatan, Taiwan, dan Swedia. Korea Selatan dikenal dengan kedalaman skuad dan pengalaman di turnamen besar, sementara Taiwan muncul sebagai tim paling berbahaya berdasarkan performa terkini. Swedia, meski tidak sekuat dua tim pertama, tetap dapat menjadi faktor kejutan.
Peter Gade, legenda bulu tangkis Denmark dan mantan pelatih tim, menilai bahwa tanpa Axelsen, tim Denmark akan terasa rapuh, khususnya pada nomor tunggal kedua dan ketiga. “Tanpa Viktor, tim ini cukup rapuh, terutama di nomor tunggal kedua dan ketiga,” ujar Gade, mengutip The Star. Ia menambahkan bahwa untuk melaju ke perempat final, Denmark harus mengalahkan dua tim kuat, Korea Selatan dan Taiwan, dalam fase grup.
Strategi baru yang sedang dirumuskan melibatkan pemanfaatan kecepatan dan variasi permainan Antonsen sebagai senjata utama. Selain itu, tim teknis menyiapkan taktik khusus untuk ganda putra, berharap pasangan ganda dapat memberikan poin penting yang menyeimbangkan kekurangan di nomor tunggal.
Selain menyiapkan taktik, Denmark juga berupaya memanfaatkan dukungan suporter lokal. Horsens, sebagai tuan rumah, diharapkan memberikan atmosfer yang mendukung, sekaligus menambah tekanan pada lawan-lawan yang datang. Penonton dapat menyaksikan pertandingan secara langsung melalui platform Vidio, yang menjadi mitra resmi streaming turnamen.
Sementara itu, kompetisi lain juga menarik perhatian. Indonesia, yang tergabung di Grup D bersama Aljazair, Thailand, dan Prancis, menyiapkan skuad mewah untuk menghadapi tantangan grup. Namun, fokus utama artikel ini tetap pada tantangan Denmark di tengah ketidakhadiran Axelsen dan peran kunci Antonsen.
Secara keseluruhan, Thomas Cup 2026 menjanjikan persaingan sengit. Denmark harus mengoptimalkan potensi pemain muda dan mengandalkan senjata rahasia di nomor ganda untuk menutup celah yang muncul setelah kepergian Axelsen. Jika berhasil, Denmark berpotensi melanjutkan tradisi kuatnya di ajang beregu dunia.
