PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 21 April 2026 | PSMS Medan menutup pekan ke-25 Liga 2 dengan kemenangan tipis 1-0 atas Sriwijaya FC di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Minggu (19 April 2026). Gol tunggal yang dicetak oleh Felipe pada menit-awal pertandingan menjadi penentu nasib kedua tim. Kemenangan ini mengamankan posisi PSMS di peringkat ketujuh klasemen Grup 1 dengan 34 poin, jauh di atas zona play‑off degradasi.
Berbeda dengan lawan yang harus berjuang keras untuk menghindari relegasi, Sriwijaya FC berakhir dengan hanya dua poin dan secara resmi terdegradasi setelah kekalahan tersebut. Pelatih Sriwijaya, Iwan Setiawan, mengaku kecewa meskipun timnya menciptakan peluang di babak pertama, namun tak mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.
Sementara itu, pelatih PSMS, Eko Purdjianto, memuji mental anak asuhnya yang mampu menghasilkan peluang secara konsisten meski hanya satu yang berujung gol. “Anak asuh saya menciptakan banyak peluang, namun hanya satu yang dapat dikonversi. Kami tetap fokus ke dua laga terakhir melawan Persiraja dan Garudayaksa, yang keduanya berada di papan atas klasemen,” ujarnya setelah pertandingan.
Berikut rangkuman hasil pertandingan Liga 2 Grup 1 pekan ke-25:
- FC Bekasi City vs Adhyaksa FC: 3-1
- Sumsel United vs Persikad Depok: 1-1
- PSMS Medan vs Sriwijaya FC: 1-0
- PSPS Pekanbaru vs Persekat Tegal: 4-2
- Persiraja Banda Aceh vs Garudayaksa: 2-2
Klasemen akhir pekan ke-25 menunjukkan persaingan ketat di puncak, dengan Adhyaksa FC memimpin dengan 47 poin, diikuti Garudayaksa FC (46 poin) dan FC Bekasi City (41 poin). PSMS Medan berada di posisi ketujuh bersama PSPS Pekanbaru, masing‑masing dengan 34 poin, namun selisih poin yang cukup besar dari zona degradasi.
Keberhasilan PSMS pada laga ini juga mengakhiri kontroversi yang sempat melibatkan pelatih Sriwijaya FC. Sebelumnya, gestur jempol ke bawah yang dilakukan oleh seorang suporter PSMS memicu kemarahan, dan pelatih Sriwijaya secara terbuka meminta maaf kepada pendukung PSMS. Insiden tersebut menambah ketegangan sebelum pertandingan, namun kedisiplinan tim tetap terjaga hingga peluit akhir.
Dengan hasil ini, PSMS Medan tidak hanya mengamankan diri dari ancaman degradasi, tetapi juga menegaskan ambisinya untuk bersaing di papan atas. Pertandingan melawan Persiraja Banda Aceh dan Garudayaksa FC akan menjadi ujian sejati. Kedua tim tersebut berada di peringkat lima dan tiga, masing‑masing dengan 38 dan 46 poin, sehingga PSMS harus menyiapkan strategi ofensif yang lebih tajam dan pertahanan yang solid.
Persiapan menjelang dua laga terakhir meliputi latihan intensif, evaluasi taktik, serta pemulihan pemain yang mengalami kelelahan. Manajer tim, Eko Purdjianto, menegaskan bahwa rotasi pemain akan menjadi kunci untuk menjaga kebugaran sekaligus memberikan kesempatan bagi pemain cadangan menunjukkan kemampuan.
Secara keseluruhan, kemenangan melawan Sriwijaya FC menjadi titik balik bagi PSMS Medan dalam musim ini. Meskipun belum memastikan tempat aman di tengah klasemen, tim kini berada pada posisi yang lebih menguntungkan untuk melanjutkan perjuangan menuju posisi playoff atau bahkan promosi, tergantung hasil akhir dua laga penutup.
Kesimpulannya, PSMS Medan berhasil menghindari zona degradasi berkat kemenangan dramatis 1-0 atas Sriwijaya FC. Tim kini menatap dua laga penutup dengan harapan mengumpulkan poin penuh untuk memperkuat posisi di papan tengah klasemen Grup 1.
