Jangan Buang Ibu: Kisah Kecintaan dan Pengelolaan Sampah

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 04 Juli 2026 | Di tengah kesibukan kehidupan sehari-hari, kita sering lupa akan pentingnya menghargai dan merawat orang tua, terutama ibu. Film ‘Jangan Buang Ibu‘ yang baru saja dirilis menjadi pengingat bagi kita semua untuk tidak melupakan peran ibu dalam kehidupan kita. Sementara itu, di Jakarta, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang sedang menghadapi krisis pengelolaan sampah yang parah.

Kondisi ini diperparah dengan tumpukan sampah yang bermunculan di berbagai sudut ibu kota, menjadi sinyal bahwa sistem pengelolaan sampah Jakarta telah mencapai titik kritis. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan 1 Agustus 2026 sebagai awal perubahan besar dalam pengelolaan sampah, dengan menghentikan sistem pembuangan terbuka di Bantargebang.

Baca juga:

Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan kerja sama dari semua pihak, termasuk masyarakat, pemerintah, dan swasta. Salah satu contoh kerja sama ini adalah kegiatan ‘Jalan Sehat Bersama Ibu 2026’ yang diadakan di kawasan Car Free Day (CFD) Sudirman, Jakarta Selatan, yang diikuti oleh 5.000 pasangan ibu dan anak dari berbagai wilayah di Indonesia.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hidup sehat, tetapi juga untuk mempererat hubungan antara ibu dan anak. Dengan mengajak ibu dan anak untuk berjalan sehat bersama, kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk membangun keluarga yang sehat, kuat, dan harmonis.

Baca juga:

Di sisi lain, komedian senior Mpok Atiek juga telah menunjukkan kepeduliannya terhadap isu lingkungan dan sosial. Ia mengaku mengagumi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang dikenal sebagai sosok pejabat yang rendah hati dan mudah berbaur dengan siapa saja. Mpok Atiek juga mengaku tertarik dengan Dedi Mulyadi, meskipun menyadari perbedaan usia di antara mereka.

Penyanyi Danilla Riyadi juga telah membagikan pengalaman pribadinya tentang pentingnya memahami primbon Jawa. Ia mengaku sudah akrab dengan primbon Jawa sejak kecil, dan bahwa ketertarikannya itu bukan bermula dari keinginan meramal masa depan, melainkan dari nasihat sederhana yang kerap disampaikan sang ibu.

Baca juga:

Dalam menghadapi krisis pengelolaan sampah dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hidup sehat, kita semua perlu bekerja sama untuk menciptakan perubahan yang positif. Dengan mempererat hubungan antara ibu dan anak, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengelola sampah dengan baik, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih sehat, kuat, dan harmonis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *